PTM Hanya 2 Jam, Orangtua Perlu Awasi Jam Pulang Anak

Sofyan Tan meninjau PTM di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda/Ist
Sofyan Tan meninjau PTM di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda/Ist

Peran orang tua masih sangat dibutuhkan dalam rangka mengawasi jam pulang anak selama pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Sumatera Utara. Para orangtua harus memastikan anaknya pulang tepat waktu. 


"Karena itu pihak sekolah harus sudah mengirimkan pemberitahuan mengenai jam PTM, sehingga orangtua proaktif dan bisa memastikan anaknya tiba di rumah tepat waktu," kata anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan, Rabu (13/10/2021).

Pendiri Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) ini menuturkan prokes di YPSIM berjalan sesuai standar. Sejak awal anak-anak masuk, kemudian mereka cek suhu.

"Guru menunggu di dalam ruangan, menunjukkan  prokesnya udah berjalan sesuai dengan hasil rapat. Di mana tempat duduk mereka sudah diatur berselang-seling. Jumlah muridnya tidak sampai 15 orang," terangnya.

Dia menjelaskan di YPSIM, pembelajaran juga diatur hybrid. Di mana siswa yang tidak bisa mengikuti secara fisik mereka bisa mengikuti secara daring.

"Cara-cara seperti itu, merupakan standar yang sudah digariskan pemerintah," terang dia.

Terkait pelaksanaan PPKM, sambung dokter umum ini, semuanya berpatok pada SK empat menteri. Yang mana daerah yang diizinkan untuk PTM adalah yang berada di level 3. Karena itu, ia mengapresiasi gubernur dan wali kota serta bupati, lantaran PTM sudah berjalan di Sumut.

Meski demikian lanjut Politisi PDI Perjuangan ini, pihaknya menghargai orangtua siswa yang masih belum mengijinkan anaknya untuk sekolah tatap muka. 

“Tetapi saya berharap, kondisi ini tidak bisa berlarut-larut. Orangtua harus punya keyakinan bahwa vaksin sudah bisa melindungi anak dan orang lain,” pungkasnya. 

Ditemui di tempat yang sama, Ketua YPSIM Finche Kosmanto menyebutkan, saat ini proses PTM masih diterapkan di tingkat SMA/SMK dan menyusul di tingkat SMP pada Jumat besok.

“Sedangkan untuk SD, kita masih belum laksanakan karena siswanya belum divaksin, sehingga kita menunggu informasi lebih lanjut,” katanya sembari menyebutkan jumlah siswa SMA/SMK dan SMPI yang divaksin mencapai 96 persen.