Mana 'Swasta' OTT KPK?

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Walikota Medan Dzulmi Eldin jadi pemberitaan utama. Tapi itu di Medan saja atau sebutlah di Sumatera Utara. Sebab, sesungguhnya operasi khas lembaga anti rasuah itu sebelumnya juga sudah membuat beberapa kepala daerah lain 'nyangkut' lebih dulu. Setidaknya itu mengurangi 'kadar' kehebohan soal tertangkapnya Eldin bersama beberapa orang lainnya.





Nah disini persoalannya. Sebelumnya pihak KPK menyebutkan pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT itu selain Walikota ada juga Kadis PU, ajudan dan pihak swasta. Total disebut ada 7 orang yang ditangkap.





Namun Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat memberikan keterangan hanya menyebutkan 5 orang yang tertangkap mereka adalah TDE (Tengku Dzulmi Eldin) Walikota Medan 2014-2015 dan 2016-2021, SFI (Syamsul Fitri Siregar) Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan, IAN (Isa Ansyari) Kepala Dinas PUPR Kota Medan, APP (Aidiel Putra Pratama) Ajudan Walikota Medan dan SSO (Sultan Solahudin) Ajudan Walikota Medan





Nah mana sosok yang disebut dari pihak Swasta itu? sempat beredar kabar kalau kalangan swastanya adalah Akbar Himawan Bukhari, sosok yang sangat dikenal sebagai pengusaha muda sukses di Kota Medan. Namun, Akbar yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024 itu sudah memberikan klarifikasi bahwa saat berlangsungnya OTT di Medan, dirinya sedang berada di Singapura.





Disinilah rasanya ada 'perbedaan' antara OTT kali ini dengan OTT-OTT lain. Sebab, biasanya dalam setiap operasi tersebut, KPK selalu dengan gamblang memaparkan sosok-sosok yang terjaring.





Warga medan hingga saat ini masih bertanya, Mana 'Swasta' OTT KPK?***


OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Walikota Medan Dzulmi Eldin jadi pemberitaan utama. Tapi itu di Medan saja atau sebutlah di Sumatera Utara. Sebab, sesungguhnya operasi khas lembaga anti rasuah itu sebelumnya juga sudah membuat beberapa kepala daerah lain 'nyangkut' lebih dulu. Setidaknya itu mengurangi 'kadar' kehebohan soal tertangkapnya Eldin bersama beberapa orang lainnya.





Nah disini persoalannya. Sebelumnya pihak KPK menyebutkan pihak-pihak yang ditangkap dalam OTT itu selain Walikota ada juga Kadis PU, ajudan dan pihak swasta. Total disebut ada 7 orang yang ditangkap.





Namun Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat memberikan keterangan hanya menyebutkan 5 orang yang tertangkap mereka adalah TDE (Tengku Dzulmi Eldin) Walikota Medan 2014-2015 dan 2016-2021, SFI (Syamsul Fitri Siregar) Kepala Sub Bagian Protokoler Kota Medan, IAN (Isa Ansyari) Kepala Dinas PUPR Kota Medan, APP (Aidiel Putra Pratama) Ajudan Walikota Medan dan SSO (Sultan Solahudin) Ajudan Walikota Medan





Nah mana sosok yang disebut dari pihak Swasta itu? sempat beredar kabar kalau kalangan swastanya adalah Akbar Himawan Bukhari, sosok yang sangat dikenal sebagai pengusaha muda sukses di Kota Medan. Namun, Akbar yang juga tercatat sebagai anggota DPRD Sumatera Utara periode 2019-2024 itu sudah memberikan klarifikasi bahwa saat berlangsungnya OTT di Medan, dirinya sedang berada di Singapura.





Disinilah rasanya ada 'perbedaan' antara OTT kali ini dengan OTT-OTT lain. Sebab, biasanya dalam setiap operasi tersebut, KPK selalu dengan gamblang memaparkan sosok-sosok yang terjaring.





Warga medan hingga saat ini masih bertanya, Mana 'Swasta' OTT KPK?***