Akhirnya, Kembar Siam Adam dan Malik Tinggalkan Rumah Sakit

Bayi kembar siam bernama Adam dan Malik yang berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP H Adam Malik akhirnya diperkenankan meninggalkan rumah sakit. Hal ini karena proses pemisahan mereka berhasil dan kondisi kesehatan keduanya juga menunjukkan hal yang positif.

Prosesi sederhana pemulangan bayi dan orangtuanya dilakukan di RSUP H Adam Malik dengan dihadiri oleh para pejabat rumah sakit dan juga tim dokter. Raut bahagia tampak pada wajah seluruhnya atas keberhasilan memisahkan bayi tersebut. Prosesi penyerahan bayi dilakukan oleh Direktur Utama RSUP HAM Bambang Prabowo kepada Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara (Taput) Alexander Ganda ParulianGultom. Simbolisasi ini menandai, perawatan kesehatan si kembar seterusnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Taput.

"Kondisi si Adam dan Malik ini sebenarnya normal. Hanya lengket saja, jadi setelah dipisahkan, ya sudah seperti kondisi normal. Paling nanti
pemeriksaan kesehatan, akan dilakukan di Tapanuli Utara," kata Bambang.

Kedua orang tua si kembar, Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing menyatakan, pada hari ini juga akan membawa si kembar pulang ke kampung
di Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar 300 kilometer dari Medan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada dokter, semuanya yang sudah membantu," kata Noorida Sihombing.

Kembar siam Adam dan Malik lahir pada 22 November 2018 di RSU Dr Fl Tobing, di Kota Sibolga. Mengingat keterbatasan fasilitas rumah sakit di
Sibolga, si kembar lantas dirujuk ke RSUP Adam Malik, dan oleh orangtuanya anak ketiga dan keempat ini dinamakan Adam dan Malik.

Ketika menjalani operasi pemisahan pada 23 Juli 2019 lalu, bayi yang mengalami dempet di bagian perut bagian atas sepanjang 4,2 cm ini,
berusia tujuh bulan. Proses operasi yang dipimpin Prof Guslihan Dasa Tjipta berlangsung selama empat jam.


Bayi kembar siam bernama Adam dan Malik yang berhasil dipisahkan oleh tim dokter RSUP H Adam Malik akhirnya diperkenankan meninggalkan rumah sakit. Hal ini karena proses pemisahan mereka berhasil dan kondisi kesehatan keduanya juga menunjukkan hal yang positif.

Prosesi sederhana pemulangan bayi dan orangtuanya dilakukan di RSUP H Adam Malik dengan dihadiri oleh para pejabat rumah sakit dan juga tim dokter. Raut bahagia tampak pada wajah seluruhnya atas keberhasilan memisahkan bayi tersebut. Prosesi penyerahan bayi dilakukan oleh Direktur Utama RSUP HAM Bambang Prabowo kepada Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Utara (Taput) Alexander Ganda ParulianGultom. Simbolisasi ini menandai, perawatan kesehatan si kembar seterusnya dilakukan Pemerintah Kabupaten Taput.

"Kondisi si Adam dan Malik ini sebenarnya normal. Hanya lengket saja, jadi setelah dipisahkan, ya sudah seperti kondisi normal. Paling nanti
pemeriksaan kesehatan, akan dilakukan di Tapanuli Utara," kata Bambang.

Kedua orang tua si kembar, Juliadi Silitonga dan Noorida Sihombing menyatakan, pada hari ini juga akan membawa si kembar pulang ke kampung
di Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, sekitar 300 kilometer dari Medan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada dokter, semuanya yang sudah membantu," kata Noorida Sihombing.

Kembar siam Adam dan Malik lahir pada 22 November 2018 di RSU Dr Fl Tobing, di Kota Sibolga. Mengingat keterbatasan fasilitas rumah sakit di
Sibolga, si kembar lantas dirujuk ke RSUP Adam Malik, dan oleh orangtuanya anak ketiga dan keempat ini dinamakan Adam dan Malik.

Ketika menjalani operasi pemisahan pada 23 Juli 2019 lalu, bayi yang mengalami dempet di bagian perut bagian atas sepanjang 4,2 cm ini,
berusia tujuh bulan. Proses operasi yang dipimpin Prof Guslihan Dasa Tjipta berlangsung selama empat jam.