Rusdi Lubis: MW KAHMI Sumut Bertekad Jadi Role Model KAHMI di Indonesia

Rusdi Lubis/RMOLSumut
Rusdi Lubis/RMOLSumut

Majelis Wilayah (MW) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut harus bisa menjadi role model KAHMI di Indonesia.


Untuk itu, KAHMI tidak lagi sekadar paguyuban, melainkan sebuah organisasi massa yang terus bergerak.

Ketua Umum MW KAHMI Sumut, H Rusdi Lubis SH MMA menegaskan hal itu dalam sambutannya pada halal bihalal keluarga besar KAHMI Sumut di Lapangan Taman Asoka Asri, Jalan Flamboyan Raya I, Sabtu (21/5/2021).

Menurut Rusdi, KAHMI Sumut bertekad menjadi role model di Indonesia. "KAHMI Sumut harus hebat dan bisa tampil berbeda dengan KAHMI KAHMI lainnya di Indonesia," tegasnya.

Dalam upaya mendukung keinginan menjadi role model tersebut, ungkap Rusdi, MW KAHMI Sumut akan mendirikan kantor secara permanen, dengan luas 1.000 meter.

"Launching pembangunan kantor ini sejalan dengan kebijakan KAHMI Sumut yang mewajibkan Majelis Daerah KAHMI di 24 kabupaten/ kota, memiliki kantor," kata Rusdi.

Pasca launching, inventarisir donasi pembangunan kantor yang dipandu ketua panitia pembangunan kantor KAHMI Sumut, Usman Hasibuan, S.Ag berjalan sukses dan disambut antuasias para alumni. 

Rusdi Lubis menambahkan, tekad menjadi role model juga sejalan dengan tagline KAHMI Sumut "Hatiku hatimu, bersatu dalam nilai dan doa, demi keumatan, kemanusiaan dan kebangsaan".

"Kita harus sukses dan bernilai. Yakni bermanfaat bagi keumatan, kemanusiaan dan kebangsaan," kata Rusdi Lubis sembari menyebut, pada tahun ini saja, KAHMI Sumut sudah melaksanaan 500 item kegiatan.

Karena itu, dia meminta semua warga KAHMI di daerah ini, supaya bisa menjaga kekompakan. Kekompakan di sini tidak hanya di antara sesama warga KAHMI.

Tapi, juga mampu menjalin sinergi antarpartai dan melakukan rekonsiliasi politik, dengan harapan KAHMI bisa meraih kekuasaan, atau setidaknya memengaruhi kekuasaan.

"Dalam hal ini, orang KAHMI tidak mesti menjadi gubernur atau wakil gubernur, tapi kita harus ikut berkontribusi mendudukkan seseorang di kursi kekuasaan," ujarnya.

KAHMI ke depan, harus berjuang dan memperjuangkan. "Jangan sampai setelah duduk di atas, kemudian lupa, bahwa KAHMI ikut berperan mendudukkannya di kursi kekuasaan," harapnya.

Untuk membangkitkan semangat kita, sebagai kader HMI, kita tidak boleh lupa bahwa kita (warga KAHMI) berasal dari 'nasi umat'.

"Makanya, untuk mengingatkan kita dulu tidak ada apa-anya, podcast KAHMI Sumut pun, kita beri nama 'nasi oemat'," sebut Rusdi Lubis, yang juga Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut.