Pengamat: Edy Rahmayadi Sebaiknya Introspeksi Diri, Tak Perlu Baper Dikritik Tak Mampu Bekerja

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/Ist
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/Ist

Berbagai kritikan terhadap kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) terkait 3 tahun kepemimpinan di Sumatera Utara masih terus bermunculan di tengah masyarakat.


Kritikan   ini bahkan membuat Gubernur Edy Rahmayadi meminta para pengkritik maju di Pilgubsu 2024 dan memberikan hal lebih bagus dari dirinya.

Respon Edy Rahmayadi ini sendiri ditanggapi oleh kalangan pengamat politik dan pemerintahan DR Bakhrul Khair Amal. Menurutnya, pernyataan Edy Rahmayadi tersebut sangat tidak menggambarkan sifat seorang negawaran yang mampu menjadikan kritik sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik.

"Kritik yang disampaikan masyarakat itu kan berdasarkan variabel-variabel nyata yang langsung mereka rasakan. Lantas apa argumen untuk menjawabnya? tentu dengan menunjukkan kinerja yang bisa menjawab setiap tuntutan masyarakat tersebut," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOLSumut, Rabu (8/9/2021).

Bakhrul menjelaskan, pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, kinerja seorang pemimpin menjadi sangat mudah diawasi oleh semua orang. Hal ini karena informasi dari seluruh program, mulai dari aspek perencanaan, pengerjaan hingga capaian-capaian atas program tersebut dengan mudah dapat diakses. 

"Dan inilah yang membuat seorang pemimpin tidak cukup hanya pintar berbicara, namun juga mempunyai kemampuan untuk memimpin anak buahnya agar capaian program sesuai dengan target," ujarnya.

Tidak melulu soal capaian kinerja dalam hal pembangunan fisik, persoalan penempatan pejabat eselon II definitif yang hingga saat ini belum beres menurut Bakhrul akan membuat Edy Rahmayadi dengan mudah menjadi sasaran kritik. Karena itu, sebaiknya gubernur introspeksi diri dan melakukan perbaikan dalam masa jabatan yang tinggal menyisakan 2 tahun.

"Kalalu memang mau dan mampu, tidak perlu waktu 2 tahun tentu sudah bisa beres itu. Jadi secara keseluruhan kita bisa katakan intorspeksi diri saja, tak usah baper soal kritik yang menilainya tak mampu bekerja," demikian Bakhrul Khair Amal.