Mereka bukan Pahlawan di Komik

Difa Pratama Setiawan/Ist
Difa Pratama Setiawan/Ist

Tepat di hari ini, 10 November kita akan mengingat lagi kisah di puluhan tahun lamanya yakni Hari Pahlawan. Kemerdekaan adalah sebuah peristiwa yang merupakan tanda dari lahirnya kebebasan bangsa Indonesia. Lahirnya hari pahlawan adalah sebuah simbol untuk anak bangsa dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan para pejuang kemerdekaan Indonesia. 

Mencermati hari pahlawan, tentu kaum muda tidak terjebak euphoria belaka, misalnya, hanya dengan memasang twibbon Hari Pahlawan saja. Semestinya di diri kita harus ditanamkan bahwa pada setiap waktu selalu ada Hari Pahlawan. Momen Hari Pahlawan semestinya tidak bersifat seremonial saja, tetapi memaknainya lebih luas adalah dengan meyakini bahwa di tiap hari dan di momen apapun, selalu ada pahlawan. Bahkan, ibu kita adalah pahlawan sejati.

Meski demikian adanya, momen hari pahlawan tetaplah harus kita kenang. Sejarah perjuangan mereka merebut dan mempertahankan kemerdekaan, bersimbah darah, berkorban harta dan benda, tentu hal itu patut kita kenang sebagai perjuangan yang tanpa pamrih.

Apa sebenarnya pahlawan itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran termasuk dalam pemberantasan korupsi dan penegak keadilan. Jadi makna pahlawan tersebut sangat luas.

Jika kita membaca kisah perjuangan rakyat Indonesia sebelum dan pasca kemerdekaan muncul, terutama yang ditulis dalam buku sejarah pelajaran sekolah mulai dari SD hingga SMA, peringatan hari pahlawan memiliki tujuan untuk mengenang dan menghormati perjuangan para pahlawan dan pejuang, membangun ingatan kolektif untuk menggerakkan kesadaran masyarakat, dan mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, negeri kita memiliki para pahlawan yang sangat berjasa bagi bangsa ini. Mereka bukanlah pahlawan yang memiliki kekuatan super seperti yang ada di komik-komik, tetapi mereka adalah putra bangsa yang telah gugur demi merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Mereka itulah pahlawan nasional kita. Tanpa mereka mungkin kita semua masih berada dalam belenggu penjajahan. Tanpa mereka juga mungkin tidak ada Indonesia, tanpa mereka pula mungkin saat ini tidak ada bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, momen Hari Pahlawan ini sejatinya sebagai ingatan untuk generasi muda agar bersama sama saling menjaga, melindungi, dan senantiasa berjuang untuk negara Indonesia. Jangan pernah sia-siakan setetes keringat pun dari para pahlawan yang telah berjuang di medan perang dahulu.

Marilah kita bersama-sama merenungkan segala hal dan perjuangan pahlawan kita. Dengan senantiasa selalu mendoakan sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Apalagi pada saat sekarang ini, kita mengetahui bahwa bangsa negara kita telah memasuki babak baru dengan berbagai permasalahannya, salah satunya soal perekonomian.***

Penulis adalah Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Riau

(Tulisan ini dibuat sebagai tugas kuliah dengan dibimbing Dosen Pengampu Prodi Teknik Mesin Universitas Muhamadiyah Riau (UMRI), Ilham Hudi, S.Pd, M.Pd)