Kunjungi Rusia dan Ukraina, Jokowi Tunjukkan Keberanian Pemimpin Indonesia

 Presiden Joko Widodo dan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq/Net
Presiden Joko Widodo dan Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq/Net

Lawatan kenegaraan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia menunjukkan keberanian seorang pemimpin.


Padahal diketahui, dua negara tersebut sedang terlibat perang.

Di Kyiv, Presiden Jokowi menemui langsung Presiden Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky. Presiden Jokowi juga menemui Presiden Rusia Vladimi Putin di Istana Kremlin Rusia pada Kamis (30/6).

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanulhaq, keberanian Jokowi datang ke Ukraina kala perang masih berkecamuk adalah simbol keberanian seorang pemimpin Indonesia. Ini juga memberi penegasan bahwa Indonesia tidak tinggal diam melihat peperangan yang menyengsarakan dan hanya merendahkan nilai-nilai kemanusiaan.

"Perang hanya menciptakan kesengsaraan tidak hanya bagi negara yang bertikai saja, namun merembet ke semua negara di dunia," kata Maman dalam keterangannya, Jumat (1/7).

Pengasuh Ponpes Al Mizan Jatiwangi itu pun mengaku bangga dengan keberanian Presiden Jokowi yang menyempatkan datang ke jantung Ibukota Ukraina. Ia berharap kunjungan Presiden Jokowi memberi pengaruh signifikan pada upaya perdamaian di tanah Eropa.

Maman berulang kali menyayangkan operasi militer yang digelar Rusia sejak beberapa bulan belakangan. Ribuan bom dan artileri Rusia kini telah merusak keindahan kota-kota di negara yang terletak di Eropa timur itu.

"Waktu saya ke Ukraina saya menyaksikan betapa indahnya negara ini, negara yang sangat besar dan memiliki kemajuan teknologi yang sangat tinggi," kata Anggota Dewan Syuro DPP PKB ini.

Bahkan, kata Maman, saat di Ukraina, ia sempat datang ke Islamic Centre di Kyiv untuk menemui muftinya. Ia menyaksikan sendiri betapa hebatnya semangat komunitas Islam di Ukraina dalam menegakkan Islam yang moderat.

Karenanya, ketika terjadi serangan dari Rusia, bagaimana keindahan itu harus porak poranda, bagaimana nilai Islam yang diperjuangakan terkendala oleh perang yang justru dipersepsikan seakan-akan Rusia memihak Islam dalam melawan barat.

Oleh sebab itu, Maman menegaskan bahwa perang bukan solusi terbaik untuk negara-negara yang tengah dilanda konflik.

Ia berharap ada perdamaian yang bisa dibangun antara Rusia dengan Ukraina apalagi setelah dikunjungi oleh Presiden Jokowi.