Gita Wirjawan: JMSI Harus Bisa Edukasi Masyarakat Membedakan Fakta, Non Fakta dan Fiksi

 Ketua Dewan Pembina JMSI Gita Wirjawan hadir virtual di Rakernas I JMSI, di Semarang/RMOL
Ketua Dewan Pembina JMSI Gita Wirjawan hadir virtual di Rakernas I JMSI, di Semarang/RMOL

Jaringan Media Siber Indoensia (JMSI) memiliki tugas mulia untuk mengedukasi masyarakat luas agar bisa membedakan antara fakta dengan non fakta maupun antara fakta dengan fiksi.


Demikian salah satu pesan yang disampaikan oleh Pembina JMSI Gita Wirjawan saat memberikan pandangan secara virtual pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I JMSI di Mutiara Ballroom, Hotel Metro Park View, Semarang, Jawa Tengah yang diselenggarakan 10-12 November 2021.

Dihadapan 30 pengurus JMSI, Gita memaparkan gagasan, pemikiran dan ide-idenya terkait situasi global secara umum hingga bagaimana mengoptimalkan JMSI sebagai wadah bagi perusahaan-perusahaan media khususnya berbasis siber. 

“Tugas kita dalam konteks jurnalisme adalah mengedukasi masyarakat luas agar maereka bisa membedakan antara fakta dengan non fakta, antara fakta dan fiksi. tugas kita adalah untuk memberikan vitamin bagi mereka agar imunitas kognitif kita semakin kuat,” kata Gita.

Jika masyarakat luas sudah bisa membedakan hal tersebut, dan JMSI sebagai salah satu yang berperan dapat merawatnya sekaligus mampu dijalankan secara berkesinambungan maka, Indonesia pada tahun 2045 yang akan datang menjadi jembatan antara peradaban Tiongkok dan peradaban Amerika Serikat, menjadi jembatan antara Islam dengan dunia barat bahkan jembatan dari berbagai peradaban yang ada.

“Insha Allah, Indonesia di tahun 2045 itu akan beda sekali di tahun 2021,” pungkas Gita.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri juga menyampaikan materi bagaimana upaya memberantas korupsi hingga mengapa orang ingin melakukan korupsi dalam rangkaian Rakernas I JMSI di Semarang ini. Rakernas I inipun turut dihadiri oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar.