Survei Median: Kinerja Pemkot Medan Defisit Keberhasilan

Kantor Walikota Medan/RMOLSumut
Kantor Walikota Medan/RMOLSumut

Survei terbaru Media Survei Nasional (Median) tentang Pilkada Kota Medan, menemukan penilaian warga Medan terhadap kinerja Pemerintahan Kota Medan selama ini. Demikian diungkapkan peneliti Median, Rico Marbun, Senin (19/10).


"Survei ini dilakukan untuk melihat  level kepuasan atas kinerja pemerintah Kota Medan selama ini, menjelang Pilkada Kota Medan Desember 2020 mendatang,"  katanya.

Rico menambahkan, bahwa dalam pertanyaan terbuka, Median menanyakan kepada responden: 'Tolong sebutkan dua hal, pertama,  tentang kelebihan yang dilakukan pemerintah kota Medan. Kedua, kekurangan pemerintah kota Medan,'

"Dari pertanyaan terbuka prihal kelebihan pemerintah kota Medan, terdapat total 31,9 persen kinerja yang dianggap berhasil menurut jawaban responden. Adapun lima besar kinerja pemerintah kota Medan yang dianggap berhasil itu, antara lain infrastruktur (6,4%),  perbaikan jalan (5,2%), Pembagian bantuan (4,5%), bantuan sembako (2,8%), dan kesehatan (2,6%),"terangnya.

Selanjutnya Median juga menanyakan kepada responden prihal apa saja kekurangan pemerintah Kota Medan selama ini, melalui pertanyaan terbuka. Menurut Rico, dari jawaban responden ditemukan total 76,3 persen kinerja yang dianggap tidak memuaskan.

"Dari kedua pertanyaan terbuka itu, menunjukkan adanya defisit terhadap persepsi kinerja pemerintah Kota Medan, di mana publik yang bisa menyebutkan  kekurangan lebih besar dibandingkan yang bisa menyebutkan keberhasilan," terangnya 

Menurut Rico, jika dianalogikan sebagai tabungan, maka kinerja pemerintah Kota Medan antara yang memuaskan dengan yang tidak memuaskan, selama ini ibarat besar pasak dari pada tiang. 

"Mengingat, lebih banyak publik yang anggap kinerja pemerintah kota Medan lebih buruk dari yang berhasil," pungkasnya.

Survei ini dilakukan pada 1-10 Oktober 2020. Dengan jumlah sampel sebesar 1000 reaponden warga Kota Medan yang telah memiliki hak suara dalam Pilkada 2020. Adapun margin eror sebesar 3,09 persen.