Sekolah Beratap Langit Di Padangsidimpuan Jadi Sorotan Ombudsman Sumut

Siswa belajar di SD Negeri 200218 yang mengalami rusak parah/Ist
Siswa belajar di SD Negeri 200218 yang mengalami rusak parah/Ist

Kondisi bangunan sekolah pada SD Negeri 200218, Jalan Melati Kelurahan Ujung padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan mendadak menjadi perhatian.


Hal ini terjadi setelah seorang warga mengunduh kondisi sekolah tersebut pada media sosialnya.

Terlihat bangunan sekolah SD tersebut sangat memprihatinkan dimana atapnya tampah mengalami rusak parah. Kemudian ruangan kelas juga sangat memprihatinkan dimana para siswa terlihat belajar dengan menempati tempat duduk dan meja seadanya. Namun mereka terlihat tetap semangat belajar.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Abyadi Siregar mengatakan dirinya sangat miris melihat kondisi tersebut. Ia bahkan mengaku sudah meneruskan hal ini kepada Wali Kota Padangsidimpuan.

"Saya tadi sudah mengirimkan informasi itu ke WhatApps Wakil Walikota Padangsidimpuan. Saya kirim juga ke WhatApps Walikota Padangsidimpuan," ujar Abyadi menanggapi pemberitaan media online yang menyebutkan Di Padangsidimpuan Ada Gedung Sekolah Tampak Beratapkan Langit, Jumat, (8/10/2021).

Lebih lanjut Abyadi menjelaskan, tujuannya ialah untuk berkoordinasi dengan pemangku kekuasaan di Kota Salak tersebut.

"Tentu tujuan saya mengirim link berita itu kepada kedua pemangku kekuasaan eksekutif di Kota Padangsidimpuan itu, untuk berkoordinasi terkait kondisi gedung sekolah yang sangat memprihatinkan tersebut. Jujur saja, saya kaget luar biasa mengetahui informasi bahwa masih ada gedung sekolah yang beratapkan langit (tanpa atap) di Kota Padangsidimpuan. Saya enggak tau, apakah kedua pemangku kekuasaan eksekutif di Padangsidimpuan (walikota dan wakil walikota) itu tidak merasa malu di daerah yang mereka pimpin masih ada sekolah yang gedungnya beratapkan langit," jelas Abyadi.

Jujur saja, sebutnya, ia merasa malu, meski bukan berasal dari Kota Padangsidimpuan.

"Jujur saja. Saya saja yang bukan orang Sidimpuan (yang hanya pernah tinggal satu tahun di Padangsidimpuan karena sekolah), merasa malu mengetahui bahwa di Kota Padangsidimpuan masih ada sekolah beratapkan langit. Sebagai sebuah kota yang tergolong maju, rasanya tidak mungkin lagi ada sekolah dengan kondisi fisik seperti itu. Tapi faktanya, ini terjadi di Padangsidimpuan. Luar biasa," pungkasnya.