Polisi: Kami Menduga Ada Unsur Pidana dalam Kebakaran Lapas Tangerang

 Kondisi Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang pasca kebakaran hebat/Net
Kondisi Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang pasca kebakaran hebat/Net

Kebakaran yang menghanguskan Blok C2 Lapas Kelas 1 Tangerang, memakan korban jiwa 44 orang hingga hari ini.


Pihak kepolisian sendiri masih melakukan penyelidikan mengenai penyebab kebakaran dengan memintai keterangan sejumlah saksi.

Demikian antara lain disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Fahmi usai melakukan olah tempat kejadian (TKP) bersama Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri dan Tim Inafis di Blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang kemarin.

Tubagus mengatakan, sejauh ini pihaknya telah memeriksa 20 orang saksi terkait kebakaran tersebut.

"Berdasarkan olah TKP, kita telah periksa 20 orang saksi karena kami menduga adanya tindak pidana yang terjadi dalam kebakaran tersebut dan saat ini mereka telah dibawa ke Mapolres Metro Tangerang Kota untuk menjalani pemeriksaan," ungkap Tubagus Adi, di Jakarta, Kamis (9/9).

Adapun 20 saksi yang diperiksa ini meliputi petugas jaga yang bertugas saat kejadian, serta narapidana penghuni Blok C2 yang selamat dari amukan si jago merah.

"Karena diduga terjadinya tindak pidana, maka kami mengumpulkan alat bukti. Di samping itu kita juga telah amankan barang bukti yang nantinya dijadikan alat bukti guna pemeriksaan di laboratorium lebih lanjut," tambahnya.

Meski telah melakukan olah TKP, Tubagus sejauh ini masih belum mau menyebut penyebab utama terjadinya kebakaran yang menewaskan 41 orang korban dari narapidana.

"Kalau itu hasil belum kan kita baru olah TKP. Dan penyidikannya masih berlangsung. Di mana yang dapat saya sampaikan berdasarkan hasil olah tkp itu ada beberapa yang kami bawa, antara lain adalah kabel-kabel, kemudian ada alat listrik, dan ketiga saluran instalasi. Sedangkan untuk titik awal apinya sendiri masih kita teliti. Dan Apakah ada kabel yang terbuka dan menjadi penyebab kebakaran dan konsleting listrik masih kita dalami," tandasnya.