PDB AS Akan Diumumkan, Pelaku Pasar Wait And See

Normalisasi ekonomi negara Amerika Serikat (AS) masih menjadi harapan banyak pelaku pasar akan ekspektasi kinerja pasar keuangan kedepan. Normalisasi akan mengurangi kekuatiran pelaku pasar sejauh ini yang sangat ditakuti dengan penyebaran covid 19 yang telah melumpuhkan sendi perekonomian di banyak negara di dunia. Di bursa asia, sejumlah indeks saham nya mengalami kenaikan. Dan IHSG juga mengalami kenaikan pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini. IHSG dibuka naik di level 4.529,68, dan sejauh ini masih terpantau stabil dengan kecenderungan menguat dalam rentang yang terbatas. Peguatan yang sama juga terjadi paa kinerja mata uang Rupiah yang juga mengalami penguatan dikisaran 15.375 per US Dolarnya. "Pelaku pasar pada perdagangan hari ini juga bisa sedikit bernafas lega, dikarenakan banyak hasil penelitian yang menunjukan bahwa banyak negara termasuk Indonesia tengah memasuki masa puncak dari pandemic corona. Meskipun ekstektasi tersebut tidak bisa dijadikan landasan kuat untuk menyimpulkan bahwa kita memang sudah benar-benar akan memasuki babak baru dimana terjadi penurunan jumlah kasus corona nantinya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Rabu (29/4). Karena WHO sendiri juga memiliki sikap yang berbeda, dimana pandemic masih jauh dari selesai. Sementara itu, pada hari ini pelaku pasar akan menanti laporan pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan akan merealisasikan pertumbuhan negatif. Sehingga investor pada hari ini akan lebih memilih bersikap wait and see terlebih dahulu.[R]


Normalisasi ekonomi negara Amerika Serikat (AS) masih menjadi harapan banyak pelaku pasar akan ekspektasi kinerja pasar keuangan kedepan. Normalisasi akan mengurangi kekuatiran pelaku pasar sejauh ini yang sangat ditakuti dengan penyebaran covid 19 yang telah melumpuhkan sendi perekonomian di banyak negara di dunia. Di bursa asia, sejumlah indeks saham nya mengalami kenaikan. Dan IHSG juga mengalami kenaikan pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini. IHSG dibuka naik di level 4.529,68, dan sejauh ini masih terpantau stabil dengan kecenderungan menguat dalam rentang yang terbatas. Peguatan yang sama juga terjadi paa kinerja mata uang Rupiah yang juga mengalami penguatan dikisaran 15.375 per US Dolarnya. "Pelaku pasar pada perdagangan hari ini juga bisa sedikit bernafas lega, dikarenakan banyak hasil penelitian yang menunjukan bahwa banyak negara termasuk Indonesia tengah memasuki masa puncak dari pandemic corona. Meskipun ekstektasi tersebut tidak bisa dijadikan landasan kuat untuk menyimpulkan bahwa kita memang sudah benar-benar akan memasuki babak baru dimana terjadi penurunan jumlah kasus corona nantinya," kata pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, Rabu (29/4). Karena WHO sendiri juga memiliki sikap yang berbeda, dimana pandemic masih jauh dari selesai. Sementara itu, pada hari ini pelaku pasar akan menanti laporan pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan akan merealisasikan pertumbuhan negatif. Sehingga investor pada hari ini akan lebih memilih bersikap wait and see terlebih dahulu.