Pabrik Gula Sei Semayang Target Produksi Hingga 194 Ton Per Hari

Pabrik Gula Sei Semayang/RMOLSumut
Pabrik Gula Sei Semayang/RMOLSumut

Pabrik Gula Sei Semayang kembali melakukan penggilingan dan pembuatan gula kristal putih pada tahun ini dengan target 3.200 ton tebu per hari dan rendemen 6,2% atau 198,4 ton gula.


Berproduksinya kembali pabrik itu ditandai dengan seremoni Kenduri Giling Perdana Pabrik Gula Sei Semayang 2021 di areal pabrik di Jalan Binjai Km 12, Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, Jumat (12/2).

Ini menjadi sejarah baru bagi bagi Pabrik Gula Sei Semayang (PGSS). Pada 2020, salah satu pabrik gula milik PT Perkebunan Nusantara II, atau PTPN II, itu mulai kembali berjalan yang dimulai dengan tahap commissioning.

Di sela-sela kehadirannya di acara Kenduri Giling Perdana PGSS 2021, Direktur PTPN II Irwan Perangin-Angin mengungkapkan rasa antusiasmenya terhadap momentum ini.

Irwan mengungkapkan seharusnya dia belum kembali dari Bogor mengikuti rapat dua hari terkait dengan restrukturisasi keuangan PTPN Grup.

Agenda rapat itu cukup penting bagi korporasi karena membahas rencana "amandemen agreement" untuk seluruh jajaran PTPN Grup. Namun dia memilih untuk kembali lebih cepat.

"Karena saya begitu bersemangat, saya tidak ingin ketinggalan untuk bisa hadir di Sei Semayang pada hari ini," ujarnya.

Irwan menjelaskan, dia begitu bersemangat karena PGSS sudah dapat memulai proses penggilingan tebu. Hal itu karena sebelumnya proses giling di PGSS direncanakan baru dapat dilakukan pada bulan Maret atau April 2021.

Dari 3.200 ton jumlah tebu yang sebelumnya diproyeksikan dapat dipanen dalam sehari, ternyata kebun dapat menghasilkan hingga 4.000 ton per hari.

Setelah dia telusuri, hal itu salah satunya karena bobot tebu yang dipanen lebih besar dari sebelumnya. Karena itu lanjut dia direksi memutuskan untuk melaksanakan proses giling lebih cepat dari rencana awal, atau mulai 12 Februari 2021.

Ini pun sudah dilaporkan kepada Mahmudi, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara. Setelah mendapat laporan itu, Mahmudi, menurut Irwan, merasa senang dan mendukungnya meski awalnya sempat kurang yakin.

Irwan mengatakan kepada Mahmudi bahwa saat ini kinerja produksi gula oleh PTPN II berbeda dari sebelumnya. Saat ini, PTPN II bahkan sudah mampu mengeluarkan gula kristal putih hanya dalam waktu dua hari setelah memulai penggilingan tebu.

Berbeda dari sebelumnya yang bisa memakan waktu sampai satu minggu setelah penggilingan dimulai.