Komunikasi Pariwisata Di Desa Jati Baru Kecamatan Bunga Raya

RMOLSumut. Proses komunikasi merupakan proses penyampai pesan dari komunikator kepada komunikan dalam upaya menciptakan persamaan makna Antara individu dengan individu lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan komunikasi untuk melakukan interaksi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Terlebih lagi di era globalisasi dan digitalisasi yang memungkinkan masyarakat dapat berkomunikasi Antara satu dengan lainnya tanpa harus bertatap muka. Komunikasi terjadi secara digital dengan menggunakan sosial media.

Kebutuhan masyarakat pada saat ini semakin beragam. Tidak hanya kebutuhan akan bahan pokok sebagai kebutuhan primer, kebutuhan masyarakat pada hari cenderung bervariasi bahkan di luar kemampuan produsen dalam meproduksi kebutuhan masyarakat. Manusia cenderung membutuhkan hal-hal yang semakin sulit untuk dipenuhi.

Bahkan kebutuhan tersebut mengalahkan kebutuhan primer yang seharusnya dipenuhi. Salah satu kebutuhan tersebut adalah kebutuhan pariwisata.

Perkembangan pariwisata Indonesia secara menyeluruh merupakan hasil kerja berbagai pihak yang berkontribusi pada sector pariwisata. Dibutuhkan peran antara lain pemerintah baik pusat maupun daerah, legislatif, pers, lembaga non pemerintah, swasta, BUMN, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia sebagai negara yang mengandalkan sector sumber daya alam juga harus berpikir untuk beralih memanfaatkan sumber daya lain sebagai sumber devisa negara dan pariwisata adalah salah satu solusi untuk mendongkrak pariwisata tersebut.
Desa Jati baru Kabupaten Siak Provinsi Riau sebagai salah desa wisata mulai menyadari arti penting pariwisata sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyakinkan perangkat desa dan masyarakat desa untuk membangun pariwisata di Desa Jati Baru. Salah satunya kegiatan yang dilakukan adalah membentuk kelompok sadar wisata di Desa Jati Baru. Kelompok ini merupakan kelompok yang secara aktif berpartisipasi untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa.

Beberapa potensi wisata yang dikembangkan adalah objek wisata agrowisata berupa Taman Agrowisata Desa Jati Baru, Budi Daya Madu, Budi Daya Jangkrik, dan Tanaman Obat-Obatan tradisional Desa Jati Baru Kabupaten Siak.

Dalam mengembangkan potensi agrowisata di Jati Baru, diperlukan upaya pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata perlu dilakukan merupakan upaya untuk mendorong para pelaku di sektor pariwisata, yang dilihat dari dua sisi yang saling mendukung. Swadaya masyarakat tidak mampu menjadikan desa pariwisata dengan maksimal.

Untuk itu diperlukan aktivitas komunikasi untuk menginformasikan potensi pariwisata untuk mengundang para pengembang dalam menciptakan pariwisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

Upaya komunikasi pariwisata dilakukan untuk dua sasaran bagi tumbuhnya dunia pariwisata. Yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dan meumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap potensi pariwisata di desa wisata. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat tempatan dan masyarakat luar sebagai sasaran pengembangan pariwisata.

Pertama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kelompok sadar wisata merupakan hal yang harus dilakukan dalam pengembangan komunikasi pariwisata. Kepala desa harus memberikan ruang untuk masyarakat agar dapat berpartisipasi mengingkatkan pariwisata. Masyarakat sadar wisata harus muncul sebagai pelopor perkembangan pariwisata di desa wisata.

Tanpa partisipasi masyarkat, tentu pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan dengan baik. Kehadiran masyarakat menjadi pintu gerbang terhadap munculnya kepercayaan masyarakat untuk mendukung perkembangan pariwisata.

Partisipasi masyarakat dapat ditumbuhkan dengan dukungan kepala desa dan dukungan sekelompok masyarakat sadar wisata. Kehadiran kepala desa menumbuhkan semangat warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun desa di sektor pariwisata. Dukungan dapat berupa dukungan moril maupun materil sebagai energi untuk membangun bagi kelompok masyarakat.

Selain itu juga dibutuhkan kekompakan dan kepercayaan diantara sesama anggota kelompok. Dengan kebersamaan segala sesuatu yang berat akan menjadi ringan dilakukan.
Kedua, menumbuhkan kepercayaan bagi masyarakat. Kepercayaan adalah inti dari komunikasi. Tanpa kepercayaan maka komunikasi tidak akan pernah mencapai tujuannya.

Kepercayaan Antara komunikator dan komunikan harus ada untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Demikian halnya dalam aktivitas komunikasi pariwsata dalam pengembangan potensi pariwisata di desa. Dibutuhkan kepercayaan Antara masyarakat dan kelompok masayarkat yang melakukan pengembangan potensi wisata.

Kepercayaan yang didapatkan dari masyarakat adalah kepercayaan utama yang harus diraih oleh kelompok masyarakat pengembang pariwisata. Karna masyarakat tempatan merupakan indikator penting untuk menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat luar. Menumbuhkan kepercayaan luar merupakan target utama sebagai peluang tumbuhnya pariwisata di Desa Jati Baru.

Dengan tumbuhnya kepercayaan akan meningkatkan kredibilitas destinasi wisata di desa. Meningkatkan minat dunia luar untuk datang menikmati keindahan objek wisata serta mengundang minta investor untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan desa pariwisata.

Pada akhirnya hal yang penting kita sadari adalah bagaimana upaya menumbuhkan kesadaran pembangunan pariwisata di desa-desa yang memiliki potensi wisata. Hal ini perlu dipikirkan karena ketergantungan terhadap sumber daya alam yang berlebihan akan menghancurkan keseimbangan alam di Indonesia.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau


RMOLSumut. Proses komunikasi merupakan proses penyampai pesan dari komunikator kepada komunikan dalam upaya menciptakan persamaan makna Antara individu dengan individu lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan komunikasi untuk melakukan interaksi dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Terlebih lagi di era globalisasi dan digitalisasi yang memungkinkan masyarakat dapat berkomunikasi Antara satu dengan lainnya tanpa harus bertatap muka. Komunikasi terjadi secara digital dengan menggunakan sosial media.

Kebutuhan masyarakat pada saat ini semakin beragam. Tidak hanya kebutuhan akan bahan pokok sebagai kebutuhan primer, kebutuhan masyarakat pada hari cenderung bervariasi bahkan di luar kemampuan produsen dalam meproduksi kebutuhan masyarakat. Manusia cenderung membutuhkan hal-hal yang semakin sulit untuk dipenuhi.

Bahkan kebutuhan tersebut mengalahkan kebutuhan primer yang seharusnya dipenuhi. Salah satu kebutuhan tersebut adalah kebutuhan pariwisata.

Perkembangan pariwisata Indonesia secara menyeluruh merupakan hasil kerja berbagai pihak yang berkontribusi pada sector pariwisata. Dibutuhkan peran antara lain pemerintah baik pusat maupun daerah, legislatif, pers, lembaga non pemerintah, swasta, BUMN, perguruan tinggi dan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Indonesia sebagai negara yang mengandalkan sector sumber daya alam juga harus berpikir untuk beralih memanfaatkan sumber daya lain sebagai sumber devisa negara dan pariwisata adalah salah satu solusi untuk mendongkrak pariwisata tersebut.
Desa Jati baru Kabupaten Siak Provinsi Riau sebagai salah desa wisata mulai menyadari arti penting pariwisata sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat.

Berbagai upaya dilakukan untuk menyakinkan perangkat desa dan masyarakat desa untuk membangun pariwisata di Desa Jati Baru. Salah satunya kegiatan yang dilakukan adalah membentuk kelompok sadar wisata di Desa Jati Baru. Kelompok ini merupakan kelompok yang secara aktif berpartisipasi untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa.

Beberapa potensi wisata yang dikembangkan adalah objek wisata agrowisata berupa Taman Agrowisata Desa Jati Baru, Budi Daya Madu, Budi Daya Jangkrik, dan Tanaman Obat-Obatan tradisional Desa Jati Baru Kabupaten Siak.

Dalam mengembangkan potensi agrowisata di Jati Baru, diperlukan upaya pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwisata perlu dilakukan merupakan upaya untuk mendorong para pelaku di sektor pariwisata, yang dilihat dari dua sisi yang saling mendukung. Swadaya masyarakat tidak mampu menjadikan desa pariwisata dengan maksimal.

Untuk itu diperlukan aktivitas komunikasi untuk menginformasikan potensi pariwisata untuk mengundang para pengembang dalam menciptakan pariwisata yang mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke desa tersebut.

Upaya komunikasi pariwisata dilakukan untuk dua sasaran bagi tumbuhnya dunia pariwisata. Yaitu meningkatkan partisipasi masyarakat dan meumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap potensi pariwisata di desa wisata. Hal ini dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan masyarakat tempatan dan masyarakat luar sebagai sasaran pengembangan pariwisata.

Pertama, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kelompok sadar wisata merupakan hal yang harus dilakukan dalam pengembangan komunikasi pariwisata. Kepala desa harus memberikan ruang untuk masyarakat agar dapat berpartisipasi mengingkatkan pariwisata. Masyarakat sadar wisata harus muncul sebagai pelopor perkembangan pariwisata di desa wisata.

Tanpa partisipasi masyarkat, tentu pengembangan pariwisata tidak bisa berjalan dengan baik. Kehadiran masyarakat menjadi pintu gerbang terhadap munculnya kepercayaan masyarakat untuk mendukung perkembangan pariwisata.

Partisipasi masyarakat dapat ditumbuhkan dengan dukungan kepala desa dan dukungan sekelompok masyarakat sadar wisata. Kehadiran kepala desa menumbuhkan semangat warga masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun desa di sektor pariwisata. Dukungan dapat berupa dukungan moril maupun materil sebagai energi untuk membangun bagi kelompok masyarakat.

Selain itu juga dibutuhkan kekompakan dan kepercayaan diantara sesama anggota kelompok. Dengan kebersamaan segala sesuatu yang berat akan menjadi ringan dilakukan.
Kedua, menumbuhkan kepercayaan bagi masyarakat. Kepercayaan adalah inti dari komunikasi. Tanpa kepercayaan maka komunikasi tidak akan pernah mencapai tujuannya.

Kepercayaan Antara komunikator dan komunikan harus ada untuk menciptakan komunikasi yang efektif. Demikian halnya dalam aktivitas komunikasi pariwsata dalam pengembangan potensi pariwisata di desa. Dibutuhkan kepercayaan Antara masyarakat dan kelompok masayarkat yang melakukan pengembangan potensi wisata.

Kepercayaan yang didapatkan dari masyarakat adalah kepercayaan utama yang harus diraih oleh kelompok masyarakat pengembang pariwisata. Karna masyarakat tempatan merupakan indikator penting untuk menumbuhkan kepercayaan dari masyarakat luar. Menumbuhkan kepercayaan luar merupakan target utama sebagai peluang tumbuhnya pariwisata di Desa Jati Baru.

Dengan tumbuhnya kepercayaan akan meningkatkan kredibilitas destinasi wisata di desa. Meningkatkan minat dunia luar untuk datang menikmati keindahan objek wisata serta mengundang minta investor untuk turut berpartisipasi dalam mengembangkan desa pariwisata.

Pada akhirnya hal yang penting kita sadari adalah bagaimana upaya menumbuhkan kesadaran pembangunan pariwisata di desa-desa yang memiliki potensi wisata. Hal ini perlu dipikirkan karena ketergantungan terhadap sumber daya alam yang berlebihan akan menghancurkan keseimbangan alam di Indonesia.

Penulis adalah Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau