Jaringan Listrik Agriculture Akan Wujudkan Pertanian Modern Di Humbahas

Petugas PLN melakukan peninjauan lokasi pembangunan jaringan listrik pertanian di Humbahas/RMOLSumut
Petugas PLN melakukan peninjauan lokasi pembangunan jaringan listrik pertanian di Humbahas/RMOLSumut

Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani 'Sigompul Jaya' dan tim pendaping dari Martin Manurung Center (MMC) mengapresiasi gerak cepat di pihak PLN merespon usulan mereka terkait pembangunan jaringan listrik pertanian yang mereka sebut dengan istilah Listrik Agriculture.


Usulan yang disampaikan para petani dalam diskusi tentang keandalan listrik di Humbahas beberapa waktu lalu ternyata membuat pihak PLN langsung melakukan survey lokasi untuk pemasangan jaringan listrik pada lahan pertanian warga di Kecamatan Lintong Ni Huta dan Kecamatan Paranginan. Dalam survey ini terlihat perwakilan dari MMC Tolhas Samosir, beberapa pejabat PLN di Humbahas seperti Rixon Pakpahan dari MULP Dolok Sanggul dan Dovin AS dari MULP Siborongborong dan perwakilan kelompok tani Juandi Sihombing.

"Kita mengapresiasi pihak PLN sangat cepat merespon usulan petani yang kami dampingi," kata perwakilan MMC, Tolhas Samosir saat mendampingi petugas PLN Rixon Pakpahan dari MULP Dolok Sanggul dan Dovin kepada RMOLSumut, Minggu (18/4/2021).

Tolhas mengatakan pihak MMC sangat konsisten untuk tetap melakukan pendampingan bagi seluruh elemen masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan. Pendampingan terhadap kelompok tani untuk mendapatkan jaringan listrik ini menjadi salah satu yang mereka lakukan selain mendampingi berbagai elemen masyarakat lain.

"Kita berharap semua elemen masyarkat yang kita dampingi mendapatkan manfaat dari keberadaan MMC di Humbahas ini," sebutnya.

Sementara itu Juandi Sihombing yang mewakili kelompok tani mengatakan jaringan listrik pertanian ini membuat mereka semakin optimis dalam mengembangkan pertanian modern di Humbahas. Sebab, salah satu kendala yang mereka alami dalam mengembangkan sistem pertanian modern selama ini adalah ketersediaan daya untuk pengoperasian peralatan pertanian mereka.

"Selama ini kita bertani dengan menggunakan peralatan yang mesin yang menggunakan BBM. Operasionalnya lebih mahal dibanding penggunaan listrik. Kita sangat berterima kasih kepada PLN, karena kami yakin dengan penarikan jaringan listrik nantinya, maka operasional petani dapat ditekan tanpa mengurangi kinerja. Kami optimis ini menjadi pemicu pertanian modern petani Humbahas," pungkasnya.

Sebelumnya dalam diskusi "Menakar Kehandalan Listrik Food Estate Humbahas" yang digelar di Hotel Martin Anugerah, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas, Kamis (8/4/2021) lalu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sibolga, Deny Fitrianto mengatakan kondisi kelistrikan di Humbahas sangat mumpuni untuk mendukug seluruh kegiatan yang berkaitan dengan kebutuhan listrik masyarakat. Dari 59,5 MW ketersediaan daya yang ada, total yang sudah terserap kepada masyarakat masih sekitar 16 MW. Dari jumlah tersebut penyerapan terbesar didominasi oleh tarif rumah tangga.

"Sementara untuk tarif industri serapannya masih rendah yakni sekitar 3 persen. Dan kita berharap ini kedepan serapan untuk tarif rumah tangga maupun industri terus bertambah," ujarnya.