Ironis Guiding Block 'Bahayakan' Penyandang Tuna Netra Di Medan

Masyarakat dari kaum penyandang disabilitas Tuna Netra mengeluhkan pemasangan guiding block yang dinilai tidak memenuhi kaidah kebutuhan mereka sebagai pengguna. Hal ini disampaikan salah seorang penyandang tuna netra Merlin terkait pemasangan jalur khusus yang saat ini banyak terpasang pada trotoar di pusat Kota Medan.

Menurutnya pemasangan guiding block tersebut sudah sangat baik, hanya saja pada beberapa titik masih membahayakan mereka karena pemasangannya dilakukan tanpa memperhatikan faktor keselamatan mereka.

"Pemasangannya ada yang dekat tiang, habisnya di tiang, bahkan di daerah dekat tip top itu dekat gardu listrik, agak seram gitu," katanya

Selain pemasangannya dilakukan tanpa memperhatikan faktor-faktor yang dapat membahayakan pengguna, pemasangan tanda-tanda pada guiding block ini juga menurutnya banyak yang dipasang dengan tepat.

"Pemasangan simbol, tanda masuk, tanda hati-hati itu kurang cermat dipasang," ujarnya.

Bukan hanya itu, ketidakpatuhan para pengguna jalan dalam menghargai jalur tersebut juga ikut dikritiknya. Pada beberapa lokasi menurutnya kendaraan yang naik ke atas trotoar justru membuat guiding block tersebut menjadi pecah. Ujung yang runcing karena pecah tersebut menurutnya sangat berbahaya bagi mereka yang tidak dapat melihat.

"Ini sangat penting untuk menjadi perhatian. Di Lapangan Merdeka pemasangan simbol yang tidak tepat juga banyak. Ada turunan tapi nggak ada simbol, saya beberapa kali membawa anak-anak yang tidak dapat melihat kesana untuk belajar. Dan mereka terjebak," pungkasnya.


Masyarakat dari kaum penyandang disabilitas Tuna Netra mengeluhkan pemasangan guiding block yang dinilai tidak memenuhi kaidah kebutuhan mereka sebagai pengguna. Hal ini disampaikan salah seorang penyandang tuna netra Merlin terkait pemasangan jalur khusus yang saat ini banyak terpasang pada trotoar di pusat Kota Medan.

Menurutnya pemasangan guiding block tersebut sudah sangat baik, hanya saja pada beberapa titik masih membahayakan mereka karena pemasangannya dilakukan tanpa memperhatikan faktor keselamatan mereka.

"Pemasangannya ada yang dekat tiang, habisnya di tiang, bahkan di daerah dekat tip top itu dekat gardu listrik, agak seram gitu," katanya

Selain pemasangannya dilakukan tanpa memperhatikan faktor-faktor yang dapat membahayakan pengguna, pemasangan tanda-tanda pada guiding block ini juga menurutnya banyak yang dipasang dengan tepat.

"Pemasangan simbol, tanda masuk, tanda hati-hati itu kurang cermat dipasang," ujarnya.

Bukan hanya itu, ketidakpatuhan para pengguna jalan dalam menghargai jalur tersebut juga ikut dikritiknya. Pada beberapa lokasi menurutnya kendaraan yang naik ke atas trotoar justru membuat guiding block tersebut menjadi pecah. Ujung yang runcing karena pecah tersebut menurutnya sangat berbahaya bagi mereka yang tidak dapat melihat.

"Ini sangat penting untuk menjadi perhatian. Di Lapangan Merdeka pemasangan simbol yang tidak tepat juga banyak. Ada turunan tapi nggak ada simbol, saya beberapa kali membawa anak-anak yang tidak dapat melihat kesana untuk belajar. Dan mereka terjebak," pungkasnya.