Guru Besar Hama Tanaman USU Apresiasi Budidaya One Billion Jahe Merah Yang Dilakukan Dosen UNA

Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan apresiasi terhadap Program Budidaya One Billion Jahe Merah yang dilakukan Dosen UNA terhadap usaha memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan tanaman bermanfaat dan bernilai ekonomis. Apresiasi itu disampaikan Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, M.S ketika berdiskusi dengan inisiator sekaligus pelaku Program Budidaya One Billion Jahe Merah, Dr. Dailami, M.I.Kom yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi UNA didampingi mitra kerjasama Muhammad Rusdi, di Komplek Kampus USU Medan, Minggu (20/9/2020). Tanaman jahe merah kata profesor bidang ilmu Hama Tanaman Pertanian ini,. cukup baik untuk kesehatan bahkan memiliki prospek ekonomi menjanjikan, selain dapat menyediakan akan kebutuhan tanaman obat di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini , tanaman ini juga dapat menjadi penambah pendapatan ekonomi keluarga apalagi jika dibudidayakan dalam jumlah besar. Darma Bakti yang pernah menjabat Dekan Fakultas Pertanian USU beberapa waktu lalu ini menilai, program budidaya jahe merah yang dikembangkan seorang doktor berlatar belakang non pertanian merupakan hal yang spesifik, seperti halnya, dilakukan Dailami, karena dia sekaligus menjadi contoh bahwa seorang yang berpendidikan tinggi sudah semestinya berinovatif untuk memberikan manfaat serta perubahan kepada masyarakat secara luas. “Sebagai doktor komunikasi ilmu dimiliki, Dailami sangat diperlukan dalam dunia pertanian, karena melalui komunikasi tentu dapat mengajak bahkan menggerakkan masyarakat turut serta dalam membudidayakan jahe merah melalui program One Billion yang digagasnya, apalagi dia sudah memulainya dari diri sendiri, kemudian memperkenalkan kepada masyarakat”, ujar sang profesor yang mengaku tertarik membudidayakan jahe merah. Guru besar USU ini juga menyarakankan agar hasil panen dari budidaya jahe merah nantinya dapat diolah ke dalam berbagai varian, tujuannya agar konsumen mendapatkan pilihan untuk mengkonsumsi tanaman obat tersebut, karena itu diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak agar dapat memberikan nilai tambah baik dari segi kemasan, tampilan, rasa, harga dan lainnya sebagainya. “Kerjasama dengan berbagai pihak untuk tujuan menambah nilai ekonomis jahe merah harus menjadi sasaran ke depannya, untuk itu saya akan mencarikan pihak yang mungkin dapat diajak bekerjasama, termasuk dalam pengembangan budidaya jahe merah ini”, ujarnya. Sementara dalam diskusi tersebut, Dr. Dailami, M.I.Kom menanyakan berbagai hal tentang tanaman jahe merah, terutama mengenai hama yang mungkin menyerang tanaman dibudidayakan tersebut. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai penanganannya termasuk pestisida yang digunaka mengatasi hama, pelaku budidaya jahe merah ini mengaku mendapatkan pengetahuan berharga dari Sang Profesor, sembari menyampaikan terima kasih atas apresiasi serta pengetahuan diberikan.[R]


Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) memberikan apresiasi terhadap Program Budidaya One Billion Jahe Merah yang dilakukan Dosen UNA terhadap usaha memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan tanaman bermanfaat dan bernilai ekonomis. Apresiasi itu disampaikan Prof. Dr. Ir. Darma Bakti, M.S ketika berdiskusi dengan inisiator sekaligus pelaku Program Budidaya One Billion Jahe Merah, Dr. Dailami, M.I.Kom yang merupakan Dosen Fakultas Ekonomi UNA didampingi mitra kerjasama Muhammad Rusdi, di Komplek Kampus USU Medan, Minggu (20/9/2020). Tanaman jahe merah kata profesor bidang ilmu Hama Tanaman Pertanian ini,. cukup baik untuk kesehatan bahkan memiliki prospek ekonomi menjanjikan, selain dapat menyediakan akan kebutuhan tanaman obat di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini , tanaman ini juga dapat menjadi penambah pendapatan ekonomi keluarga apalagi jika dibudidayakan dalam jumlah besar. Darma Bakti yang pernah menjabat Dekan Fakultas Pertanian USU beberapa waktu lalu ini menilai, program budidaya jahe merah yang dikembangkan seorang doktor berlatar belakang non pertanian merupakan hal yang spesifik, seperti halnya, dilakukan Dailami, karena dia sekaligus menjadi contoh bahwa seorang yang berpendidikan tinggi sudah semestinya berinovatif untuk memberikan manfaat serta perubahan kepada masyarakat secara luas. “Sebagai doktor komunikasi ilmu dimiliki, Dailami sangat diperlukan dalam dunia pertanian, karena melalui komunikasi tentu dapat mengajak bahkan menggerakkan masyarakat turut serta dalam membudidayakan jahe merah melalui program One Billion yang digagasnya, apalagi dia sudah memulainya dari diri sendiri, kemudian memperkenalkan kepada masyarakat”, ujar sang profesor yang mengaku tertarik membudidayakan jahe merah. Guru besar USU ini juga menyarakankan agar hasil panen dari budidaya jahe merah nantinya dapat diolah ke dalam berbagai varian, tujuannya agar konsumen mendapatkan pilihan untuk mengkonsumsi tanaman obat tersebut, karena itu diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak agar dapat memberikan nilai tambah baik dari segi kemasan, tampilan, rasa, harga dan lainnya sebagainya. “Kerjasama dengan berbagai pihak untuk tujuan menambah nilai ekonomis jahe merah harus menjadi sasaran ke depannya, untuk itu saya akan mencarikan pihak yang mungkin dapat diajak bekerjasama, termasuk dalam pengembangan budidaya jahe merah ini”, ujarnya. Sementara dalam diskusi tersebut, Dr. Dailami, M.I.Kom menanyakan berbagai hal tentang tanaman jahe merah, terutama mengenai hama yang mungkin menyerang tanaman dibudidayakan tersebut. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai penanganannya termasuk pestisida yang digunaka mengatasi hama, pelaku budidaya jahe merah ini mengaku mendapatkan pengetahuan berharga dari Sang Profesor, sembari menyampaikan terima kasih atas apresiasi serta pengetahuan diberikan.