Disebut Beli Motor Dari Uang Suap, Kapolrestabes: Nggak Ada Itu, Tanggalnya Sudah Beda

Kombes Riko Sunarko membantah tudingan beli motor dari suap 'tangkap lepas' kasus narkoba/Ist
Kombes Riko Sunarko membantah tudingan beli motor dari suap 'tangkap lepas' kasus narkoba/Ist

Nama Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap 'tangkap lepas' dari penangkapan kasus narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan. 


Pada persidangan yang digelar pada Rabu (12/1/2022) dengan terdakwa Bripka Ricardo Siahaan, Riko disebut memakai uang hasi suap untuk membeli motor untuk anggota Koramil 13 Percut Seituan yang berhasil mengungkap kasus peredaran ganja kering.

Ricardo membeberkan fakta tersebut saat menjawab pertanyaan dari penasihat hukumnya HM Rusdi yang mempertanyakan soal uang suap Rp 300 juta dari Ismayanti, istri terduga bandar narkoba bernama Jusuf alias Jus yang dibagikan kepada sejumlah pejabat Polrestabes Medan.

Dalam persidangan tersebut, penasihan terdakwa menanyakan apakah benar atas perintah Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, sisa uang suap Rp 75 juta telah digunakan untuk membayar press rilis, Wasrik dan pembelian satu unit sepeda motor kepada anggota Koramil 13 Percut Seituan atas nama Peltu Eliyaser. 

"Iya, betul sekali pak (uang dipakai untuk bayar press rilis, Wasrik dan beli motor hadiah Babinsa)," kata Ricardo Siahaan yang membuat hakim dan pengunjung terlihat terkejut.

Terpisah, Kapolrestabes Medan yang dikonfirmasi wartawan membantah tudingan tersebut. Ditemui wartawan di Mapolda Sumut, usai mengikuti press rilis, ia mengatakan pernyataan tersebut tidak mendasar.

"Ah mana ada, gak ada. Gak ada itu, ga pernah beli, lagian itu kan kasus akhir Juni, kan dari tanggal saja sudah beda, kita pemberian motor awal Juni, tanggalnya saja sudah beda, jadi gak mungkin kita pakai (uang) itu," katanya.

Diketahui, nama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko terseret-seret dalam sidang kasus kepemilikan narkoba dengan sejumlah anggota Satresnarkoba Polrestabes Medan yang terkuak akibat mencuri uang hasil penggerebekan senilaiRp 650 juta dari rumah seorang terduga bandar narkoba di Jalan Menteng Medan.