Berangkat Dari Kegelisahan, PSP Foundation Gelar Turnamen Sepak Bola Untuk Usia Dini

Bertujuan mendukung serta upaya melahirkan bibit baru pemain sepak bola profesional dari Sumatera Utara (Sumut), Prananda Surya Paloh Foundation (PSP Foundation) menyelenggarakan Festival Sepak Bola U-12 dengan tajuk PSP Foundation CUP di Lapangan Tanjung Anom, Deliserdang, Minggu pagi(7/4/2019).

PSP Foundation CUP yang berlangsung selama satu hari, dari pagi hingga sore tersebut diikuti sedikitnya 24 tim dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Kastiar, selaku ketua panitia PSP Foundation CUP saat membuka kegiatan mengatakan penyelenggaraan festival sepak bola U-12 tersebut diharapkan melahirkan bibit-bibit yang berbakat demi memajukan persepakbolaan Indonensia. Dia juga berharap agar para peserta bermain dengan sportiv, karena menang ataupun kalah dalam pertandingan adalah hal yang biasa.

"Bermainlah dengan hati yang senang dan jiwa yang sportiv," ucap Kastiar.

Pada pembukaan PSP Foundation CUP yang berlangsung pada pagi hari tersebut turut dihadiri sekretaris PSP Foundation, Rudiansyah dan juga tim #KitaPrananda.

Direktur #KitaPrananda , Defri Noval Pasaribu, berkesempatan menyampaikan pesan dari Prananda Surya Paloh yang merupakan Anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiatori oleh Prananda.

"Kegiatan PSP Foundation CUP ini merupakan inisiator dari Prananda Surya Paloh karena kegelisahaannya terhadap kondisi persepakbolaan di Sumatera Utara saat ini," ucap Defri.

Defri juga memberikan kata penyemangat bagi pemain sepak bola usia dini yang ikut berkompetisi. Diantaranya dengan berbagi cerita sejarah dan nama nama pemain sepak bola asal Sumut yang sejak dulunya sudah berkontribusi terhadap tim sepak bola nasional.

"PSP Foundation CUP ini harus menjadi bukti dari latihan di SSB yang kalian lakukan selama ini. Bersama kita berharap kegiatan festival sepak bola ini nantinya melahirkan pemain-pemain baru yang memiliki talenta terbaik," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Rudiansyah, Sekretaris PSP Foundation juga turut menambahkan. Dari tahun 1970an sampai sekarang tim sepakbola nasional tak pernah absen diisi oleh pemain-pemain bola dari Sumut. Hal tersebut, tambah Rudi karena Sumut memiliki modal untuk mendapatkan pemain pemain bertalenta baik, yakni gaya main Rap-Rap.

"Gaya main rap rap yang selama ini diterapkan PSMS Medan adalah salah satu modal yang bisa menjadi kebanggaan kita, dan Rap rap yang kita miliki harus juga dibarengi kualitas teknik dan skill yang mumpuni,"  ungkap Rudiansyah.


Bertujuan mendukung serta upaya melahirkan bibit baru pemain sepak bola profesional dari Sumatera Utara (Sumut), Prananda Surya Paloh Foundation (PSP Foundation) menyelenggarakan Festival Sepak Bola U-12 dengan tajuk PSP Foundation CUP di Lapangan Tanjung Anom, Deliserdang, Minggu pagi(7/4/2019).

PSP Foundation CUP yang berlangsung selama satu hari, dari pagi hingga sore tersebut diikuti sedikitnya 24 tim dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Kastiar, selaku ketua panitia PSP Foundation CUP saat membuka kegiatan mengatakan penyelenggaraan festival sepak bola U-12 tersebut diharapkan melahirkan bibit-bibit yang berbakat demi memajukan persepakbolaan Indonensia. Dia juga berharap agar para peserta bermain dengan sportiv, karena menang ataupun kalah dalam pertandingan adalah hal yang biasa.

"Bermainlah dengan hati yang senang dan jiwa yang sportiv," ucap Kastiar.

Pada pembukaan PSP Foundation CUP yang berlangsung pada pagi hari tersebut turut dihadiri sekretaris PSP Foundation, Rudiansyah dan juga tim #KitaPrananda.

Direktur #KitaPrananda , Defri Noval Pasaribu, berkesempatan menyampaikan pesan dari Prananda Surya Paloh yang merupakan Anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem mengatakan bahwa kegiatan ini diinisiatori oleh Prananda.

"Kegiatan PSP Foundation CUP ini merupakan inisiator dari Prananda Surya Paloh karena kegelisahaannya terhadap kondisi persepakbolaan di Sumatera Utara saat ini," ucap Defri.

Defri juga memberikan kata penyemangat bagi pemain sepak bola usia dini yang ikut berkompetisi. Diantaranya dengan berbagi cerita sejarah dan nama nama pemain sepak bola asal Sumut yang sejak dulunya sudah berkontribusi terhadap tim sepak bola nasional.

"PSP Foundation CUP ini harus menjadi bukti dari latihan di SSB yang kalian lakukan selama ini. Bersama kita berharap kegiatan festival sepak bola ini nantinya melahirkan pemain-pemain baru yang memiliki talenta terbaik," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan para peserta.

Rudiansyah, Sekretaris PSP Foundation juga turut menambahkan. Dari tahun 1970an sampai sekarang tim sepakbola nasional tak pernah absen diisi oleh pemain-pemain bola dari Sumut. Hal tersebut, tambah Rudi karena Sumut memiliki modal untuk mendapatkan pemain pemain bertalenta baik, yakni gaya main Rap-Rap.

"Gaya main rap rap yang selama ini diterapkan PSMS Medan adalah salah satu modal yang bisa menjadi kebanggaan kita, dan Rap rap yang kita miliki harus juga dibarengi kualitas teknik dan skill yang mumpuni,"  ungkap Rudiansyah.