Anggota Komplotan "Becak Hantu" Ditembak Polisi Di Medan

Ilustrasi
Ilustrasi

Personil dari Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Medan menembak anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor (ranmor) dengan modus berpura-pura menjadi pencari makanan basi untuk makanan ternak menggunakan becak. Keduanya yakni Irwansyah Putra (31), warga Jalan Karya Gang Kartini, Medan; dan Aprianto alias Lulu (21), warga Pasar I Tambak Rejo Percut Sei Tuan, Deli Serdang.


Selain menembak dua orang, polisi juga menangkap 4 orang lainnya dimana tiga diantaranya merupakan perempuan. Mereka adalah ATSP alias Toni (17), warga Jalan Elang Ujung II, Tegal Sari Mandala II, Medan

Sementara 3 perempuan dalam kawanan ini masing-masing Lena Boru Samosir (40), warga Jalan Asrama Kodam, Sunggal; serta Helen Boru Pasaribu (28) dan Marlina Ida Boru Pasaribu (19), warga Jalan Elang II, Tegal Sari Mandala II, Medan Denai, Medan.

Kanit Jahntaras Polrestabes Medan, Iptu Yunnan Syahputra mengatakan, komplotan ini diburu setelah mereka menerima berbagai pengaduan atas aksi-aksi pencurian yang mereka lakukan. Salah satunya yakni pencurian di salah satu kampus di Jalan Djamin Ginting, Medan pada Sabtu (26/9) lalu.

"Pelaku diduga masuk ke dalam kampus dengan cara merusak gembok pagar, lalu mengambil dua buah baterai genset senilai Rp3,6 juta," ungkapnya, Selasa (29/9).

Penjaga malam yang menyadari pencurian itu melapor ke Polrestabes Medan. Petugas langsung memburu pelaku. Mereka mendapati pasangan itu melintas di Jalan Sidorukun. Keduanya tidak dapat mengelak setelah di atas becak mereka ditemukan 2 baterai yang dicuri. Petugas juga menemukan 1 unit meteran air, 1 tabung gas 3 kg, 1 tang potong, 1 pisau cutter, 2 kunci ring, dan dua obeng.

"Keduanya langsung ditahan untuk proses hukum lebih lanjut," tandasnya.

Penangkapan komplotan becak hantu ini berlanjut. Petugas menangkap 4 orang lainnya di sejumlah lokasi. Empat orang yang ditangkap yakni ATSP, Aprianto, Helen, dan Lena. Keempat orang ini biasa menargetkan pencurian sepeda motor hingga becak dengan cara membobol pagar atau pintu rumah korban.

"Tersangka Lulu (Aprianto) ditangkap di sekitar rumahnya, sedangkan tiga tersangka lainnya, diringkus di Pasar 8 Helvetia. Terhadap tersangka Lulu ditembak karena melawan saat pengembangan," jelas Yunan.

Dari keempat tersangka ini diamankan barang bukti berupa 2 unit kunci letter Y, 2 unit kunci letter L, 6 unit anak kunci T, 1 magnet kunci, 4 unit handphone, 1 gunting potong, 2 jaket merah dan biru, 1 unit rice cooker dan rekaman CCTV.

Polisi masih memburu anggota komplotan becak hantu lainnya. "Lima rekan tersangka lainnya masih dalam pengejaran kita," pungkasnya.