Zulkifli Hasan Safari Politik Ke Medan, Diagendakan Bertemu Bobby Nasution

 Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/Net
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/Net

Agenda safari politik terus dijalani Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Pada Kamis ini (21/10), sosok yang kerap disapa Zulhas ini menyambangi Kota Medan, Sumatera Utara.


Dalam kunjungannya ke Medan kali ini, Zulhas ditemani rombongan dari DPP PAN dan sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi PAN di antaranya Ketua Fraksi Saleh Daulay dan Anggota Komisi X Prof. Zainuddin Maliki.

Zulhas dijadwalkan berada di Medan hingga Jumat besok (22/10), dan diagendakan bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara Eddy Rahmayadi serta Walikota Medan Bobby Nasution.

Kunjungan Zulhas ke Medan kali ini utamanya dalam rangka konsolidasi kader PAN Sumatera Utara, sekaligus pelantikan pengurus wilayah Ikatan Alumni Rasimen Mahasiswa (IARMI) mengingat dirinya merupakan ketua dewan pembina.

Agenda pertama Zulhas hari ini adalah mengunjungi Istana Maimun, Kesultanan Deli, yang terletak di Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan.

Setibanya di lokasi, Zulhas langsung disambut tarian adat Melayu Deli  dan disematkan Tengkuluk khas Kesultanan Deli.

"Alhamdulillah saya bisa mengunjungi Istana Maimun, ini warisan adat dan budaya yang luar biasa. Harus kita jaga dan lestarikan bersama," kata Zulhas lewat keterangan tertulisnya.

Wakil Ketua MPR RI ini mengatakan, adalah kewajiban pemerintah untuk menjaga warisan adat dan budaya seperti Istana Maimun. Harapannya banyak generasi muda yang bisa belajar dan mengambil inspirasi dari sejarah.

"Saya akan komunikasikan. Tempat-tempat seperti ini perlu dirawat dengan baik, Keraton Yogya, Keraton Solo juga bagus. Masyarakat perlu diajak mengunjungi," katanya.

Sementara itu, perwakilan keluarga Kesultanan Deli, Wahyu, mengajak Ketum PAN itu berkeliling mengunjungi kompleks istana. Zulhas diperkenalkan kepada khazanah peninggalan Kesultanan Deli.

"Sejauh ini kami dibantu baik Pemerintah Kota dan Provinsi, tetapi mudah-mudahan bisa mendapat bantuan lebih untuk menjaga warisan adat dan budaya ini. Utamanya untuk perawatan. Beberapa keluarga kesultanan masih tinggal di sini," tutup Wahyu.