Yang Perlu Dilakukan di Saat Resesi

Gunawan Benjamin/RMOLSumut
Gunawan Benjamin/RMOLSumut

Jadi, berapa besar kita resesi di kuartal ketiga ini (Juli – Agustus – September) itu nantinya baru akan terlihat di awal bulan November. Jadi masih lama. Tetapi data itu yang kita rasakan pada saat ini. Nah, kalau resesi lantas kita harus berbuat apa?. Itu adalah pertanyaan yang paliung mendasar oleh semua orang, dan sayangnya banyak masyarakat kita justru terlambat dalam mengantisipasi resesi tersebut.
 
Resesi memang menakutkan, tetapi kita harus siap untuk menghadapinya. Bahkan untuk kemungkinan terburuk yang bakal terjadi. Nah, untuk itu saya coba membagikan beberapa tips yang mungkin bisa membantu kita dalam menghadapi resesi.
 
Pertama, buat skala prioritas dalam pengeluaran. Misal disaat ini dimana kita berkurang pendapatannya, prioritaskan untuk pengeluaran yang sifatnya penting. Contoh, kebutuhan untuk makan terlebih dahulu. Dan itupun kita harus memiliki prioritas dalam menentukan lauk pauk apa yang akan dimasak. Ini sangat tergantung dari kemampuan finansial kita masing-masing.
 
Kedua, pada saat kita melakukan skala priotitas pengeluaran. Maka pastikan kita juga telah memikirkan ketersediaan kemampuan finansial kita untuk pengeluaran di bulan bulan selanjutnya. Kita tidak bisa berpikir bahwa kita hanya berhemat untuk hari ini atau bulan ini saja. Tetapi kita harus berpikir bagaimana menyimpan sebaik mungkin dana yang ada untuk memenuhi kebutuhan di bulan bulan selanjutnya.
 
Ketiga, bagi masyarakat yang memiliki pengeluaran dengan membeli makanan jadi (nasi bungkus, catering, dll). Upayakan sebaik mungkin kita memasak sendiri kebutuhan kita tersebut. Agar pengeluaran kita bisa lebih terkendali. Memasak sendiri itu bisa lebih hemat 70% dibandingkan kalau kita belanja makanan dari luar.
 
Keempat, kita mau tidak mau atau bahkan kalau dipaksakan sekalipun sebaiknya tidak membelanjakan pengeluaran yang tidak mendesak. Seperti sandang, perumahan, bahkan kebutuhan paket data yang harus kita hemat dengan cara yang super ketat. Jangan habiskan uang kita untuuk membeli paket data yang sifatnya tidak mendesak. Kecuali untuk kebutuhan pendidikan (sekolah online) atau pekerjaan (WFH).
 
Kelima, jangan gegabah saat mengambil keputusan bisnis. Banyak orang yang bilang bahwasanya kalau disaat susah, dan sulit cari kerja maka kita harus membuka usaha. Ditengah kondisi seperti sekarang pendapat seperti itu bisa salah. Saat ini pelaku UMKM menyatakan mereka mengalami penurunan pendapatannya. Bahkan yang menyatakan demikian ada 83%.
 
Jadi jangan menyimpulkan bahwa jalan keluar ntuk mengatasi kesulitan saat ini adalah dengan membuka usaha. Masalah di dunia usaha saat ini itu sangat kompleks. Masalahnya ada di produksi dan penjualan. Saat kita memproduksi suatu barang maka belum tentu barang tersebut akan mampu dipasarkan. Karena masyarakat tengah turun daya belinya.
 
Keenam, menabung memang dianjurkan untuk masyarakat yang ingin menjaga agar tidak terpuruk selama pandemic. Tetapi buat sebagian masyarakat yang sudah terlanjur sangat kaya, sebaiknya anda tetap berekspansi, baik dari sisi hal yang produktif (dunia usaha) atau konsumtif.
 
Ketujuh, hindari tindakan tindakan kriminal ditengah masa sulit seperti sekarang. Atau jangan mudah terprovokasi dengan hasutan-hasutan yang mengarahkan kita untuk menghalalkan apapun dalam memenuhi kebutuhan atau keinginan. Karena semuanya hanya akan memperkeruh keadaan. Dan tidak lantas menyelesaikan masalah tekanan ekonomi kita masing masing.

Penulis adalah pengamat ekonomi di Sumatera Utara