Warga Binjai Kena Banjir, Karena 10 Tahun Pemko Binjai Tak Mau 'Ngorek Sungai'

Calon Wakil Walikota Binjai Usman Jakfar turun membantu warga korban banjir di Binjai/RMOLSumut
Calon Wakil Walikota Binjai Usman Jakfar turun membantu warga korban banjir di Binjai/RMOLSumut

Banjir yang merendam 7 kelurahan pada dua kecamatan di Kota Binjai menjadi persoalan yang akan terus dialami oleh warga jika tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Binjai. 


Kritik ini disampaikan anggota DPRD Sumatera Utara dari Kota Binjai, Hendro Susanto saat berbicara kepada RMOLSumut, Rabu (30/9).

"Banjir itu muncul karena luapan sungai akibat intensitas hujan tinggi. Masalah banjir ini adalah masalah lama dan Pemko Binjai tak kunjung menyelesaiaknnya selama 10 tahun," katanya.

Ketua Komisi A DPRD Sumatera Utara ini mengaku kondisi yang dialami oleh masyarakat yang mengalami banjir di Kota Binjai sangat jauh dari jargon Binjai sebagai "Kota Idaman" yang muncul dalam dua periode terakhir dibawah pimpinan HM Idaham. Seharusnya, jargon seperti ini benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat salah satunya dengan menghindarkan masyarakat Binjai dari persoalan banjir.

"Makanya perlu dihadirkan pemimpin yang jujur, merakyat dan bijaksana di Kota Binjai," ungkapnya.

Sejak pagi tadi, kata Hendro upaya membantu masyarakat yang menjadi korban banjir sudah mereka lakukan. Mereka membagikan makanan kepada warga yang terpaksa meninggalkan rumahnya akibat terendam banjir.

"Calon wakil walikota binjai, DR Usman dan kader PKS Kota Binjai, sigap turun sejak pagi ke tengah masyarakat yang terkena banjir. Kita bantu mereka," pungkasnya.