Wakil Ketua OKK Demokrat Sumut: Bobby Lebih Paham Tata Kelola Pemerintahan Dibanding Edy Rahmayadi

Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi/RMOLSumut
Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Survey Charta Politika tentang elektabilitas sejumlah tokoh untuk pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024 mendatang, menempatkan Walikota Medan Bobby Nasution di posisi pertama dengan elektabilitas 35,1 persen unggul dibandingkan Gubernur Edy Rahmayadi yang menempati posisi kedua dengan elektabilitas 34,3 persen.


“Dapat disimpulkan bahwa memang Walikota Medan Bobby Nasution lebih memahami bagaimana cara mengelola pemerintahan atau birokrasi yang ada dibawah pimpinannya dibandingkan dengan Gubernur Edy Rahmayadi,” kata Wakil Ketua OKK Demokrat Sumut, Turedo Sitindaon, Selasa (25/10/2022).

Turedo mengatakan survey ini tidak terlepas dari kemampuan Bobby Nasution menjadi "Dirigen atau Konduktor" yang mampu mengorkestrasi bawahannya di Pemko Medan sehingga program-program kerja yang disusun khususnya yang berdampak langsung kepada masyarakat bisa terlaksana di lapangan. Pada sisi lain, Bobby sebagai Walikota Medan mampu berkoordinasi secara baik dengan lembaga legislatif dalam hal ini DPRD Kota Medan sehingga mendapatkan dukungan dalam setiap program kerjanya.

“Inilah sebenarnya konsep dari Pemerintah Daerah, dimana Pemerintahan dijalankan secara bersama-sama oleh lembaga Eksekutif dan Legisltif,” ujarnya.

Hal ini yang sulit kita jumpai di kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumatera Utara. Edy belum mampu menjadi Diregen untuk birokrasi dibawahnya. Sudah 4 tahun menjabat masih sibuk bongkar pasang Kabinet pemerintahannya. Sehingga dapat kita lihat banyak program-programnya tidak berjalan dengan baik dan banyak hambatan.

“Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah bagaimana hubungan Gubernur Edy Rahmayadi dengan Wakilnya yang hari ini bisa kita katakan tidak harmonis. Hal seperti ini sudah pasti sangat mengganggu psikologis birokrasi yang ada dibawahnya,” ujarnya.

Situasi ini kata mantan Ketua GMNI Sumut periode 2012-2014 ini, bisa dianalogikan seperti sebuah rumah tangga. Anak akan bingung akan berpihak kepada siapa jika orang tuanya bertengkar.

“Birokrasi akan terbelah, jadi bagaimana mereka bisa bekerja dengan baik kalau suasana pemerintahan tidak kondusif. Bisa dikatakan bagaimana Edy Rahmayadi mau mengurus seluruh rumah tangga yang ada di Sumatera Utara kalau pemerintahannya saja tidak kondusif,” pungkasnya.

Atas dasar ini jugalah kata Turedo, Bobby Nasution memang sudah layak untuk ‘naik kelas’ menjadi calon gubernur pada Pilgubsu 2024 mendatang.