Urusan 'Dunia-Akhirat' Yang Terlupakan Di Kesawan City Walk 'The Kitchen Of Asia' 

Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berada di Kesawan City Walk beberapa waktu lalu/Ist
Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berada di Kesawan City Walk beberapa waktu lalu/Ist

Program 'The Kitchen of Asia' yang menjadikan kawasan Jalan Ahmad Yani (Kesawan) sebagai pusat kuliner di Kota Medan sudah berlangsung sekitar sebulan. 

Program sama yang dulu pernah mengalami kegagalan di zaman Wali Kota Medan Abdillah ini diklaim salah satu terobosan baru Wali Kota Medan yang baru Bobby Nasution.

Sekilas dalam satu kunjungan ke sana bisa dilihat kalau konsep yang diterapkan di lokasi tersebut tidak ada yang berbeda dengan program yang dulu gagal itu. Operasionalnya berlangsung pada malam. Badan Jalan Ahmad Yani ditutup dari lalu lintas dan dipakai untuk menempatkan meja dan kursi sebagai tempat para pengunjung untuk menikmati makanan. 

Transaksi pun berlangsung antara penjual dan pembeli. Personil Satpol PP dari Pemko Medan hilir mudik untuk memastikan aturan-aturan yang ada dipatuhi di sana seperti protokol kesehatan yang memang wajib dipatuhi di era pandemi Covid-19 saat ini.

Ironisnya, masyarakat yang berkunjung tidak (atau mungkin belum) akan menemukan fasilitas Toilet maupun Musholla. Padahal, keduanya merupakan fasilitas standart yang seharusnya tersedia pada tempat-tempat umum seperti Kesawan City Walk. Bisa dikatakan keduanya adalah urusan 'Dunia

Pentingnya fasilitas ini saya lihat juga sangat diperhatikan oleh kalangan Anggota DPRD Kota Medan yang bahkan menginisiasi sebuah aturan untuk memastikan fasilitas itu ada pada setiap fasilitas umum. Para legislator memastukkannya dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) yang disahkan pada 8 Maret 2021 lalu.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution, saat ini menjelaskan apabila nantinya aturan itu disahkan wajib dilaksanakan seluruh fasilitas umum yang ada. 

Saya kira kenyamanan untuk Sholat yang menjadi urusan 'Akhirat' di lokasi Kesawan City Walk tak harus menunggu perda itu. Apalagi, urusan yang satu lagi yang bisa disebut urusan 'Duniawi'. 

Terlihat sepele, tapi dua urusan ini bisa membuat nasib Kesawan City Walk 'The Kitchen Of Asia' berulang seperti dulu.***

Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi RMOLSumut