TKN: Jokowi-Maruf Masih Menang Tebal

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin mengklaim, penurunan elektabilitas calon presiden dan calon wakil Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin sebesar 2 persen masih bisa menang tebal.

"Jadi penurunan itu masih menang tebal, itukan sebuah cara memberikan motivasi agar semua betul-betul mempersiapkan diri," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto dalam acara Alumni Menteng 64 untuk Jokowi di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu (3/2).

Hasto mengklaim, penyampaian Jokowi mengenai elektabilitas turun merupakan strategi membangun militansi para relawan di Jawa Tengah.

"Survei (Daerah Pilihan) Puan Maharani (terhadap Jokowi) mencapai 61 persen, sehingga kita lihat apa yang disampaikan Jokowi dalam rangka membangun semangat militansi," kata Hasto.

Hasto mengaitkan penurunan elektabilitas Jokowi karena hoaks. Dia menuding, akar dari masalah hoaks yakni Obor Rakyat pada 2014.

"Karena bagaimanapun juga kita berhadapan yang hoaks kita berhadapan dengan fitnah, yang induknya Obor Rakyat, itu di klaim dulu berasal dari tim kampanye pak Prabowo," ujar dia.

Sebelumnya, Pesiden Jokowi mengungkapkan, elektabilitas dirinya bersama cawapres Maruf Amin mengalami penurunan sebanyak 2 persen di Jawa Tengah.

"Rupanya di Jawa tengah empat minggu yang lalu, di Jawa Tengah turun 2 persen elektabilitasnya, turun 2 persen," kata Jokowi saat menghadiri acara dukungan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).[R]


Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Maruf Amin mengklaim, penurunan elektabilitas calon presiden dan calon wakil Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin sebesar 2 persen masih bisa menang tebal.

"Jadi penurunan itu masih menang tebal, itukan sebuah cara memberikan motivasi agar semua betul-betul mempersiapkan diri," kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto dalam acara Alumni Menteng 64 untuk Jokowi di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat, Minggu (3/2).

Hasto mengklaim, penyampaian Jokowi mengenai elektabilitas turun merupakan strategi membangun militansi para relawan di Jawa Tengah.

"Survei (Daerah Pilihan) Puan Maharani (terhadap Jokowi) mencapai 61 persen, sehingga kita lihat apa yang disampaikan Jokowi dalam rangka membangun semangat militansi," kata Hasto.

Hasto mengaitkan penurunan elektabilitas Jokowi karena hoaks. Dia menuding, akar dari masalah hoaks yakni Obor Rakyat pada 2014.

"Karena bagaimanapun juga kita berhadapan yang hoaks kita berhadapan dengan fitnah, yang induknya Obor Rakyat, itu di klaim dulu berasal dari tim kampanye pak Prabowo," ujar dia.

Sebelumnya, Pesiden Jokowi mengungkapkan, elektabilitas dirinya bersama cawapres Maruf Amin mengalami penurunan sebanyak 2 persen di Jawa Tengah.

"Rupanya di Jawa tengah empat minggu yang lalu, di Jawa Tengah turun 2 persen elektabilitasnya, turun 2 persen," kata Jokowi saat menghadiri acara dukungan Paguyuban Pengusaha Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/2).