Tiga Tahun Kepemimpinan Banjir Kritikan, Kadiskominfo Irman Oemar Bela ERAMAS

Kadiskominfo Sumut Irman Oemar/Ist
Kadiskominfo Sumut Irman Oemar/Ist

Tiga tahun kepemimpinan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (ERAMAS) di Sumatera Utara menuai berbagai kritikan pedas seiring banyaknya persoalan yang dinilai belum mampu dituntaskan oleh pemimpin terpilih hasil Pilgub 2018 tersebut.


Kritikan ini sendiri ditanggapi oleh Edy Rahmayadi dengan menyampaikan permohonan maaf hingga 'menantang' si pengkritik untuk maju di Pilgubsu 2024 agar dapat berbuat lebih baik darinya.

Meski banjir kritikan, namun pembelaan terhadap Edy Rahmayadi juga bermunculan. Salah satunya dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Sumatera Utara, Irman Oemar yang justru menyebut kepemimpinan Edy Rahmayadi banyak membuat capaian yang membanggakan.

Indikasi kinerja yang membanggakan tersebut disampaikannya dalam salah satu acara dialog di stasiun televisi. Capaian membanggakan tersebut diantaranya angka usia harapan hidup yang terus meningkat menjadi 69,1 tahun, predikat Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) yang juga meningkat menjadi B, jumlah rumah layak huni sebesar 95,77 %, hingga pembangunan sekolah vokasi di beberapa daerah guna meningkatkan kapasitas SDM di Sumut.

"Kami menyadari hal yang kami lakukan belum sempurna, karena ada tantangan eksternal seperti pandemi, namun masyarakat butuh kerja keras kita, kita tidak bisa bekerja biasa-biasa saja,' kata Irman, Kamis (9/9/2021).

Irman menyebutkan, sosok Edy Rahmayadi merupakan sosok pemimpin yang sangat patut dicontoh. Ia selalu mengingatkan bawahannya untuk bekerja jujur, berani, tulus dan ikhlas. Hal itu dilakukannya agar Sumut yang maju, aman dan bermartabat dapat segera tercapai.

"Mudah-mudahan arahan itu terus terpatri di ingatan kami, agar terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Irman.

Pandemi Covid-19, kata Irman, merupakan salah satu kendala yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dalam upaya mewujudkan Sumut yang maju, aman dan bermartabat. Ditengah situasi ini, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Ijeck) menurutnya selalu melakukan pekerjaan sesuai ketentuan. 

"Mulai dari tidak ada permainan dalam penentuan jabatan di Pemprov Sumut. Begitu pula dengan pemberian izin yang dipastikan bersih. Keduanya (Edy-Ijeck) berkomitmen kompetensi jadi ukuran saat menentukan pejabat, juga pemberian izin-izin tidak ada lagi dikutip-kutip, kemudian digitalisasi di Pemprov menjadi bagian dari pelayanan," pungkasnya.