Terbukti Aniaya Tiga Warga Sipil, Hukuman Aiptu Alexander Sembiring Dinilai Terlalu Ringan

Suasana persidangan Aiptu Alexander Sembiring/Ist
Suasana persidangan Aiptu Alexander Sembiring/Ist

Kasus penganiayaan tiga orang warga sipil yang dilakukan oleh Aiptu Alexander Sembiring berakhir pada sidang disiplin Polri yang dipimpin oleh Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Julianto Siarit, didampingi Kompol Sri Pinem dan Iptu Sinuraya, Sabtu (25/9/2021).


Dalam putusannya, terperiksa Aiptu. Alexander Sembiring dinyatakan terbukti melanggar Pasal 3 huruf (g) dan Pasal 5 huruf (a) PP No. 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri atas perbuatan penganiayaan yang dilakukannya terhadap tiga orang warga Medan atas nama Rian (28), Deva (33) dan Salomo (41). Hukuman yang dijatuhkan kepada Aiptu Alexander Sembiring berupa teguran tertulis dan penundaan kenaikan pangkat selama 6 (enam) bulan.  Putusan tersebut pun langsung diterima oleh Aiptu. Alexander Sembiring tanpa mengajukan keberatan.

Putusan jauh dari rasa keadilan

Menanggapi putusan tersebut, Staff Advokasi KontraS Sumut Ali Isnandar, S.H., M.H Pengacara korban menilai putusan yang dijatuhkan terbilang ringan dan tidak sebanding dengan perbuatan pelaku yang telah menganiaya tiga orang warga sipil.

“Hukuman yang dijatuhkan dalam putusan tersebut tidak sebanding dengan perbuatan pelaku dan terbilang ringan serta jauh dari rasa keadilan, pun begitu kami sangat menghargainya," kata Nandar dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/9/2021).

Pasca putusan sidang disiplin dibacakan, Nandar pun meminta agar Polresta Deli Serdang segera menyerahkan Salinan Putusan tersebut kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam perkara aquo.

“Kami minta salinan putusannya segera diserahkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam kasus ini, terutama diteruskan kepada keluarga korban dan Polrestabes Medan sebagai alat bukti adanya perbuatan tindak pidana yang dilakukan oleh terperiksa," ujarnya.

KontraS Sumut desak Polrestabes Medan Tingkatkan Penyelidikan 

Selain hukuman disiplin yang sudah dijatuhkan, masih ada hukuman lain yang harus dipertanggungjawabkan oleh Aiptu. Alexander Sembiring yakni hukuman pidana yang mana proses penyelidikannya sedang berlangsung di Polrestabes Medan.

Menurut Pasal 351 KUHP, atas perbuatan penganiayaan yang dilakukannya, Aiptu. Alexander Sembiring terancam akan dijatuhi hukuman pidana penjara oleh Pengadilan maksimal dua tahun delapan bulan, dan jika terbukti penganiayaan itu mengakibatkan luka berat maka dia terancam pidana penjara maksimal 5 tahun;

Oleh karena itu KontraS Sumut pun meminta agar Polrestabes Medan segera meningkatkan penyelidikan kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Aiptu. Alexander Sembiring tersebut.

“Mengingat adanya fakta penganiayaan yang dilakukan pelaku dan terungkap dalam sidang disiplin polri yang dilaksanakan oleh Polresta Deli Serdang tersebut, maka kami mendesak Kasat Reskrim Polrestabes Medan untuk meningkatkan penyelidikan perkara aquo menjadi penyidikan dan melimpahkan berkasnya ke Kejari Medan sehinga pelaku dapat dijatuhi hukuman pidana oleh Pengadilan Negeri,” Pungkas Nandar.