Teguh Santosa: KFX/IFX Jadi Peluang Indonesia Jadi Produsen Pesawat Tempur

Teguh Santosa/RMOLSumut
Teguh Santosa/RMOLSumut

Kunjungan Menteri Pertahanan Indonesia, Prabowo Subianto ke Korea Selatan beberapa waktu lalu diharapkan dapat mempercepat pembicaraan terkait proyek kerjasama pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel).


Pemerhati hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa mengatakan Indonesia penting untuk menjaga keterlibatan dalam proyek tersebut. Sebab, ajakan Korsel dalam pengembangan pesawat tempur menjadi peluang agar Indonesia masuk dalam jajaran negara pembuat pesawat tempur.

"Karena situasinya saat ini, tidak ada satupun negara pembuat pesawat tempur yang mengajak Indonesia untuk membuat pesawat tempur. Jadi ajakan Korea Selatan ini adalah peluang besar," katanya dalam diskusi virtual world view "Apa Kabar Asia Timur" yang digelar oleh Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/4/2021).

Teguh tidak menyangkal bahwa Indonesia merupakan negara yang terlebih dahulu memiliki perusahaan pembuat pesawat. Namun, produksinya bukan pesawat tempur. Terlepas dari kerjasama ini untuk pengembangan pesawat tempur generasi 4.5 yang pada target proyek 2026 nanti bisa dikatakan sudah ketinggalan teknologi, namun hal itu menurutnya bisa dikejar.

"Teknologi itu nanti bisa dikejar, yang penting bisa diakui dunia internaisonal dulu. Kita punya kemampuan untuk mengejar ketertinggalan teknologi itu," ujarnya.

Teguh mengaku pernah berkunjung ke fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI) dan bertemu dengan para insinyur dan teknisi pesawat yang berasal dari Indonesia. Seluruh insinyur dan teknisi asal Indonesia yang ditemuinya di sana menurut Teguh sangat optimis mengenai proyek pengembangan pesawat tempur tersebut.

"Yang mereka khawatirkan hanya soal perubahan kebijakan dari pemerintah kita. Mereka khawatir atas terulangnya persoalan ekonomi yang membuat PT Dirgantara Indonesia menjadi korban beberapa waktu lalu," pungkasnya.

Intinya kata Teguh, Indonesia harus tetap terlibat dalam proyek pengembangan pesawat tempur yang dikenal dengan proyek Korean Fighter Experimental/Indonesian Fighter Experimental (KFX/IFX) tersebut.