Tata Kelola Trans Binjai Tak Maksimal, Pemko Dinilai Gagal

RMOL. Tak seperti kampanyenya dalam mewujudkan transportasi ramah dan idaman masyarakat, Pemerintah Kota Binjai lewat program Bus Trans Binjainya dinilai gagal.

Pasalnya, setelah enam bulan beroperasi, hingga kini Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Binjai  belum bisa efektif dan maksimal melakukan tata kelola Bus Trans Binjai.

Akibat dari ketidakmaksimalan melakukan tata kelola transportasi itu, Pemko dan Dishub Kota Binjai pun dibanjiri keluhan warga.

Indra Syahputra Sitepu misalnya. Mahasiswa USU ini menilai  Trans Binjai belum benar-benar menjadi idaman warga Binjai.

"Kehadiran Bus Trans Binjai dianggap masyarakat hanya sebagai bus 'wisata keliling'. Selain gratis sejak diluncurkan, masyarakat hanya memanfaatkan sebagai transportasi 'wisata' karena jalur perjalanannya belum menjangkau ke wilayah yang padat penduduk dan masyarakatnya yang relatif masih menggunakan angkutan dalam beraktifitas". kata Indra kepada RMOLSumut, Sabtu (9/3).

Sejak diluncurkan, sejauh ini terdapat empat armada bus dan beroperasi dalam dua trayek.

Angkutan yang didatangkan dari India ini melayani penumpang di dua rute berbeda, yakni wilayah Kecamatan Binjai Timur dan Kecamatan Binjai Utara, yang masing-masing berpusat di Terminal Ikan Paus dan Terminal Jalan Jambi. [hta]


RMOL. Tak seperti kampanyenya dalam mewujudkan transportasi ramah dan idaman masyarakat, Pemerintah Kota Binjai lewat program Bus Trans Binjainya dinilai gagal.

Pasalnya, setelah enam bulan beroperasi, hingga kini Dinas Perhubungan (Dishub) Pemko Binjai  belum bisa efektif dan maksimal melakukan tata kelola Bus Trans Binjai.

Akibat dari ketidakmaksimalan melakukan tata kelola transportasi itu, Pemko dan Dishub Kota Binjai pun dibanjiri keluhan warga.

Indra Syahputra Sitepu misalnya. Mahasiswa USU ini menilai  Trans Binjai belum benar-benar menjadi idaman warga Binjai.

"Kehadiran Bus Trans Binjai dianggap masyarakat hanya sebagai bus 'wisata keliling'. Selain gratis sejak diluncurkan, masyarakat hanya memanfaatkan sebagai transportasi 'wisata' karena jalur perjalanannya belum menjangkau ke wilayah yang padat penduduk dan masyarakatnya yang relatif masih menggunakan angkutan dalam beraktifitas". kata Indra kepada RMOLSumut, Sabtu (9/3).

Sejak diluncurkan, sejauh ini terdapat empat armada bus dan beroperasi dalam dua trayek.

Angkutan yang didatangkan dari India ini melayani penumpang di dua rute berbeda, yakni wilayah Kecamatan Binjai Timur dan Kecamatan Binjai Utara, yang masing-masing berpusat di Terminal Ikan Paus dan Terminal Jalan Jambi. [hta]