Tanahnya Diduga Diserobot Orang, Manolong Manurung Minta Perlindungan Hukum

Manolong Manurung/Ist
Manolong Manurung/Ist

Kasus dugaan penyerobotan tanah dialami oleh salah seorang warga bernama Manolong Manurung, seorang warga di Dusun Parbulu, Desa Banjar Ganjang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.


Sosok yang berprofesi petani ini mengaku dugaan penyerobotan ini dialaminya sejak sekitar setahun lalu dimana rumahnya dipagar oleh orang yang masih berstatus tetangganya. Akibatnya, Manolong dan keluarga kesulitan untuk akses keluar dan masuk ke rumah.

Kepada wartawan, Manolong mengaku persoalan ini sudah pernah dilaporkannya kepada pihak kepolisian. Namun pada prosesnya, pihak Polda Sumatera Utara menghentikan penyelidikan dengan mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), atas laporan pihak yang mengklaim tanah berinisial FM.

Padahal kata Manolong, tanah dan rumah seluas 587 meter persegi  yang selama ini dimiliki keluarganya, di serobot melalui pemagaran keliling tanpa izin oleh tetangganya kurang lebih sepanjang 240 meter persegi.

“Saya meminta perlindungan hukum dari pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian, atas peristiwa yang terjadi. Pemagaran di atas lahan milik saya yang dilakukan tetangga telah melanggar hukum dan undang-undang pertanahan (Agraria)”, ungkapnya, Jum’at (19/11/2021).

Menurutnya sampai saat ini pagar dari bambu setinggi lebih kurang 1 meter masih berdiri dan mengelilingi rumah milik Manolong Manurung. Kesulitan yang dialaminya akibat pemagaran tersebut sudah kembali dilaporannya pada April 2021 ke Polres Toba dan berharap agar dapat diproses kembali.

“Saat ini pagar bambu setinggi 1 meter lebih masih berdiri dilahan tanah milik saya, dan saya ingin ingin segera dicabut oleh pemiliknya berdasarkan hukum yang berlaku. Dan saya harap pihak kepolisian segera melakukan tindakan atas masalah ini," ujarnya.

"Saya dan keluarga merasa tertekan dan terintimidasi atas permasalahan ini, dan minta perlindungan hukum negara khususnya pihak kepolisian" pungkasnya.