Taliban Punya Harapan Besar Dari Indonesia Untuk Mengubah Citra

Mantan Wapres RI Jusuf Kalla saat bertemu pimpinan Taliban pada 2019 lalu/Net
Mantan Wapres RI Jusuf Kalla saat bertemu pimpinan Taliban pada 2019 lalu/Net

Peran Indonesia dalam mengupayakan perdamaian di Afghanistan pada masa lalu menjadi harapan besar bagi Taliban.


Kelompok itu berharap Indonesia bisa berkontribusi dalam membangun masa depan Afghanistan, khususnya terkait peningkatan citra di dunia internasional.

Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam, Yon Machmudi mengatakan, Indonesia telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan di Afghanistan selama beberapa tahun terakhir.

Bahkan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memiliki peranan besar dengan meminta Menteri Luar Negeri mencabut status teroris Taliban di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), di mana Indonesia menjadi anggota.

Dengan pencabutan status itu, Taliban bisa mengunjungi Indonesia dan negara lain sehingga diplomasi dapat berjalan. Hal ini, kata Yon, sangat penting karena Taliban merupakan kelompok mayoritas di Afghanistan yang perlu diikutsertakan dalam dialog perdamaian.

"Saya kira ini menjadi poin penting kontribusi Indonesia dalam hal memberikan kesempatan pada Taliban untuk bisa berperan di dalam proses perdamaian di Afghanistan," ujar Yon kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu malam (1/9/2021).

Dengan kontribusi itu, ia mengatakan, Taliban yang saat ini tengah berkuasa di Afghanistan tentu memiliki harapan besar pada Indonesia, terutama dalam membangun persepsi publik internasional bahwa kelompok itu bisa membawa pemerintahan yang lebih inklusif dan terbuka.

"Nah, negara yang bisa menguatkan citra yang lebih moderat itu adalah Indonesia, karena Indonesia dikenal sebagai negara Muslim yang menerapkan moderasi dalam beragama dan berbangsa," tambahnya.

Yon menjelaskan, dengan keanekaragamannya, Indonesia memiliki pengalaman penting dalam melihat nilai-nilai demokrasi, transisi pemerintahan, dan memperhatikan isu-isu seperti peran perempuan dan perlindungan minoritas. Sedangkan di Afghanistan, banyaknya suku dan keragaman justru memicu konflik.

"Dengan Indonesia, banyak yang bisa dipelajari. Dengan begitu, citra Afghanistan di bawah kepemimpinan Taliban akan lebih ramah dan terbuka, terutama membangun citra di dunia internasional," pungkasnya.

Sementara itu, baru-baru ini, jurubicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan pihaknya membutuhkan dan berharap agar Indonesia memainkan peran dalam proses perdamaian dan pembangunan di Afghanistan.

Menanggapi hal itu, jurubicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyebut pihaknya masih terus mengkaji peran yang dapat diambil oleh Indonesia agar bisa berkontribusi bagi perdamaian Afghanistan ke depan.