Tak Punya Simpati, Korban Keracunan MBG Karo Jadi Olok-Olokan Pegawai SPPG Bantul

PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
Tak Punya Simpati, Korban Keracunan MBG Karo Jadi Olok-Olokan Pegawai SPPG Bantul
Kolase foto tangkapan layar video Gerardus Permananditya yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG/Repro

Article Header Image Unggahan video salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta bernama Gerardus Permananditya menjadi perbincangan di kalangan netizen. Hal itu karena aksinya dalam video tersebut dinilai menyindir Febiona Purba, Siswi SMK Bersama Berastagi di Karo yang mengalami masalah kesehatan akibat keracunan menu MBG.

Dalam video berdurasi sekitar 29 detik tersebut, Gerardus merekam aksinya mencoba makanan yang menurutnya dimasak sehari sebelumnya. Usai mencicipi makanan tersebut ia mengatakan makanan tersebut masih enak lalu kemudian berakting seolah mengeluhkan kondisi kesehatannya namun dengan mimik wajah yang tertawa.

“Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak?. oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen,” ujarnya sembari tertawa seperti dilihat redaksi pada video yang diunggah akun instagram @reset.feeds.

Viralnya video itu membuat Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko angkat bicara. 

Wirandita mengatakan pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap pegawai yang bersangkutan. Hasil klarifikasi, kata dia, akan disampaikan kepada publik oleh pihak terkait.

“Yang bersangkutan juga sudah diklarifikasi oleh jajaran kami dan nanti akan disampaikan kepada publik secara pribadi maupun dari SPPG yang bersangkutan,” ujarnya.

BGN menegaskan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan dan berdampak terhadap penerima manfaat harus disikapi dengan serius dan penuh empati.

“Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas dan saling menghormati,” kata Wirandita.

Ia juga meminta seluruh jajaran SPPG menjadikan setiap persoalan sebagai bahan evaluasi dan tidak menjadikan kejadian yang menimpa penerima manfaat sebagai bahan candaan atau olok-olok.

Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Bantul Hermawan Setiaji menyayangkan beredarnya video tersebut.

Menurutnya, polemik tersebut berpotensi mengganggu upaya Pemkab Bantul bersama BGN dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG.

“Hal tersebut mengganggu upaya Pemkab untuk terus membantu BGN membangun kepercayaan masyarakat terhadap program makan MBG di Bantul,” pungkasnya.Article Image

Editor : Jonris Purba


Berita Terkait