Tak Kunjung Ditemukan, Basarnas Akhirnya Hentikan Pencarian Orang Hilang di Hutan Madina.

Foto/Ist
Foto/Ist

Tak Kunjung Ditemukan, Basarnas Akhirnya Hentikan Pencarian Orang Hilang di Hutan Madina. Upaya pencarian orang hilang di Hutan Mandailing Natal dihentikan. Upaya pencarian orang hilang di Hutan Mandailing Natal dihentikan.


Hal ini karena 7 hari pencarian yang melibatkan Rescuer Unit Siaga SAR Madina, TNI/Polri, TNBG, BPBD dan warga sekitar tidak kunjung membuahkan hasil.

“Setelah dihari keempat tim menemukan celana korban,  tim melakukan pencarian dengan menyisir disekitar lokasi penemuan celana korban hingga menuju tepi jurang dengan membentuk lingkaran dengan luas area 1 km persegi,” kata

Koordinator Unit Siaga SAR Madina Muhammad Rizal Rangkuti.

Personil Unit Siaga SAR Madina bersama seluruh Unsur yang terlibat dan masyarakat berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pencarian. Sebanyak 60 orang yang terlibat pencarian dibagi menjadi 3 tim dengan memperluas area pencarian hingga 18 km persegi.

Kepala Kantor SAR Medan Budiono, menuturkan Proses Pencarian hingga hari ketujuh terus diperluas dan metode pencarian yang digunakan juga terus dikembangkan.

"Pencarian dikembangkan menggunakan Metode Tracking Mode yaitu Pencarian korban dengan mengikuti jalan setapak yang dimungkinkan dilalui korban menuju arah Utara, Metode Kedua dengan Detection Mode yaitu Mendeteksi Keberadaan korban dengan melalui jejak yang pernah dilalui korban hingga ditemukannya tanda-tanda korban seperti topi dan celana korban, namun hingga sore ini pencarian belum membuahkan hasil,” tuturnya.

Berdasarkan hasil evaluasi seluruh Unsur yang terlibat dan Keluarga korban, dan luasnya area pencarian yang telah dilakukan, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, dan akan dilanjutkan dengan pemantauan. Namun, meskipun demikian apabila suatu waktu ada ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka Basarnas melalui Unit Siaga SAR Madina akan kembali melaksanakan Operasi SAR.

Diketahui sebelumnya,  Minggu, 8 Januari 2023 lalu seorang warga atas nama Fahruddin (58) warga Lingkungan 2 Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Penyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara dinyatakan hilang di hutan yang tidak jauh dari rumah korban.

Kronologis kejadian bermula saat korban bersama 3 orang temannya sekitar Pukul 07.00 WIB pergi ke Hutan untuk mencari kayu manis (kayu bulat). Namun sekitar pukul 17.00 wib, ketiga temannya mengajak korban pulang namun korban malah menyuruh ketiga temannya untuk pulang terlebih dahulu dan korban akan menyusul. Namun hingga pukul 20.00 WIB korban tak kunjung pulang kerumah sehingga keluarga korban dan teman-temannya mulai curiga dan berusaha melakukan pencarian namun korban tak kunjung ditemukan hingga dilaporkan ke Unit Siaga SAR Madina.