Syarat Masker Kain Agar Ampuh Cegah Penularan Virus Corona Jenis Baru

Maria Van Kerkhove/Net
Maria Van Kerkhove/Net

Pencegahan penularan virus corona jenis baru tetap ampuh dengan menggunakan masker kain yang selama ini sudah digunakan. Bahkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengeluarkan pernyataan terbaru pada Jumat (22/1) bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengubah panduan penggunaan masker kain.


Pengumuman itu disampaikan di saat Jerman dan Austria telah mewajibkan penggunaan masker medis di transportasi umum dan di toko dan hanya mengizinkan masker bedah atau FFP2, daripada kain di tengah kekhawatiran atas ancaman yang ditimbulkan oleh mutasi virus baru yang menyebar dengan cepat.

Maria Van Kerkhove, kepala teknis Covid-19 WHO, mengatakan beberapa varian baru "mungkin telah meningkatkan penularan, tetapi dari penelitian di Inggris dan Afrika Selatan tentang mutasi yang terdeteksi di sana, "kami tidak memiliki indikasi bahwa mode penularan telah berubah. Ini menyebar dengan cara yang sama," seperti dikutip dari AFP, Sabtu (23/1).

“Kami akan terus melihat bukti yang sudah kami lihat, namun dari data yang kami lihat dari negara-negara yang memiliki varian virus tersebut, tidak ada perubahan cara penularannya," ujarnya.

Agar bisa memberikan perlindungan yang memadai, selain harus terbuat dari tiga lapis bahan, masker kain juga harus memenuhi beberapa syarat dan pedoman WHO, seperti:

Lapisan dalam harus menyerap air,  lapisan tengah harus dari bahan seperti polypropylene bukan tenunan, dan bertindak sebagai filter, Sedangkan lapisan terluar harus tahan air, seperti polyester.

WHO juga telah menyarankan sebaiknya masker kain non-medis hanya digunakan oleh masyarakat umum di bawah usia 60 dan yang tidak memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.