Swangro Lumbanbatu Inisiasi Gerakan Sadar Money Politic

Bakal calon bupati Samosir, Swangro Lumbanbatu menginisiasi gerakan sadar 'money politic' kepada kalangan mahasiswa. Aksi ini dilakukand melalui dialog dengan tema 'Kabupaten Samosir tanpa Money Politic' yang dihadiri oleh kalangan muda dan mahasiswa yang sedang kuliah maupun bekerja di Medan.





"Pendidikan politik berupa penyadaran masyarakat akan money politik menjadi isu yang sangat relevan mengingat tahun 2020 mendatang akan ada ajang Pilkada serentak," kata Swangro, Minggu (20/10/2019).





Mantan koordinator GMKI wilayah Sumatera Utara-Aceh yang juga berniat maju sebagai Bakal Calon Bupati Samosir ini mengaku sangat miris dengan sikap pragmatis masyarakat saat ini. Padahal, kekuasaan yang mengedepankan kekuatan uang menurutnya sudah terbukti hanya akan memicu kesengsaraan berkepanjangan bagi masyarakat selaku pemilih.





"Politik uang juga menjadikan konflik horizontal menguat di masyarakat. Maka kegiatan ini mencoba melakukan pengungkapan pemahaman dan realitanya. Kita Balon balon juga harus tetap menyuarakan soal hal ini, jangan jadi buta mata buta hati," ujarnya.





Sementara itu Ketua Umum PP GMKI Korneles J Galanjinjinay yang menjadi salah satu narasumber mengatakan kalangan milenial menjadi pihak yang saat ini semakin banyak berkiprah di dalam dunia politik. Keterwakilan mereka dianggap sangat penting karena menambah warna dalam perpolitikan.





"Karenanya, perlu generasi tersebut membahas dengan baik bagaimana keterwakilanya. Melalui hal ini juga, partai politik sebaiknya melakukan tugasnya untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Agar tidak lagi masyarakat yang disalahkan atas isu politik uang yang kian marak," sebutnya.





Swangro mengatakan bahwa politik uang makin marak di sumatera utara khusunya terutama di Kabupaten Samosir. Kehadiran para pemodal dengan kepentingannya membuat suara rakyat seakan mudah untuk dibeli. Maka dari itu, pendidikan seperti bincang-bincang kali ini diperlukan.





"Sebagai generasi yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari, sebuah ketidakadilan bahwa ketika kita mampu memimpin untuk rakyat. Akan tetapi, karena memerlukan uang yang banyak untuk menjadi seorang pemimpin, pemuda daerah tidak bisa mewujudkan mimpinya tersebut," pungkasnya.[R]


Bakal calon bupati Samosir, Swangro Lumbanbatu menginisiasi gerakan sadar 'money politic' kepada kalangan mahasiswa. Aksi ini dilakukand melalui dialog dengan tema 'Kabupaten Samosir tanpa Money Politic' yang dihadiri oleh kalangan muda dan mahasiswa yang sedang kuliah maupun bekerja di Medan.





"Pendidikan politik berupa penyadaran masyarakat akan money politik menjadi isu yang sangat relevan mengingat tahun 2020 mendatang akan ada ajang Pilkada serentak," kata Swangro, Minggu (20/10/2019).





Mantan koordinator GMKI wilayah Sumatera Utara-Aceh yang juga berniat maju sebagai Bakal Calon Bupati Samosir ini mengaku sangat miris dengan sikap pragmatis masyarakat saat ini. Padahal, kekuasaan yang mengedepankan kekuatan uang menurutnya sudah terbukti hanya akan memicu kesengsaraan berkepanjangan bagi masyarakat selaku pemilih.





"Politik uang juga menjadikan konflik horizontal menguat di masyarakat. Maka kegiatan ini mencoba melakukan pengungkapan pemahaman dan realitanya. Kita Balon balon juga harus tetap menyuarakan soal hal ini, jangan jadi buta mata buta hati," ujarnya.





Sementara itu Ketua Umum PP GMKI Korneles J Galanjinjinay yang menjadi salah satu narasumber mengatakan kalangan milenial menjadi pihak yang saat ini semakin banyak berkiprah di dalam dunia politik. Keterwakilan mereka dianggap sangat penting karena menambah warna dalam perpolitikan.





"Karenanya, perlu generasi tersebut membahas dengan baik bagaimana keterwakilanya. Melalui hal ini juga, partai politik sebaiknya melakukan tugasnya untuk melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Agar tidak lagi masyarakat yang disalahkan atas isu politik uang yang kian marak," sebutnya.





Swangro mengatakan bahwa politik uang makin marak di sumatera utara khusunya terutama di Kabupaten Samosir. Kehadiran para pemodal dengan kepentingannya membuat suara rakyat seakan mudah untuk dibeli. Maka dari itu, pendidikan seperti bincang-bincang kali ini diperlukan.





"Sebagai generasi yang akan menjadi pemimpin di kemudian hari, sebuah ketidakadilan bahwa ketika kita mampu memimpin untuk rakyat. Akan tetapi, karena memerlukan uang yang banyak untuk menjadi seorang pemimpin, pemuda daerah tidak bisa mewujudkan mimpinya tersebut," pungkasnya.