Suryani Paskah: COVID-19 Naik di Medan, Pemerintah Harus Lakukan Langkah Antisipasi

Surya Paskah Naiborhu/RMOLSumut
Surya Paskah Naiborhu/RMOLSumut

Tokoh masyarakat Sumatra Utara (Sumut), Suryani Paskah Naiborhu, menyoroti kenaikan kasus positif COVID-19 di Medan dalam beberapa waktu terakhir.


Pemerintah Kota (Pemko) Medan diminta untuk mengambil langkah antisipatif untuk menekan penyebaran virus Corona tersebut, termasuk dengan mengaktifkan kembali rumah sakit yang melayani pasien COVID-19. 

Dalam keterangan yang diterima Sabtu (6/8/2022), Suryani Paskah Naiborhu yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Wabendum DPP GAMKI) mengatakan, sejalan kenaikan kasus positif COVID-19 secara nasional, hal yang sama juga terjadi di Kota Medan. 

"Bahkan kasus positif COVID-19 tidak hanya terjadi di kalangan orang dewasa saja, namun juga terhadap anak-anak," ujarnya. 

Suryani Paskah Naiborhu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi bahwa ada beberapa siswa-siswi di Kota Medan yang terpapar virus Corona atau COVID-19. Selain itu dirinya juga memperoleh informasi bahwa terjadi kelangkaan obat anti virus Avigan yang dibutuhkan dalam pengobatan pasien COVID-19, terutama di apotik. Padahal, seorang pasien COVID-19 sedikitnya membutuhkan sekitar 40 butir obat Avigan selama menjalani pengobatan dan perawatan dengan jangka waktu selama 5 hari. 

"Contohnya ketika hari ini saya melakukan pengecekan di apotik Kimia Farma milik BUMN di Jalan Palang Merah Medan, stok obat anti virus COVID-19 Avigan habis," tuturnya. 

Suryani Paskah Naiborhu mengatakan, melonjaknya kasus positif dari COVID-19 ini juga tidak lepas dari longgarnya penerapan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi.  

Melihat kondisi tersebut, Suryani Paskah Naiborhu meminta agar Pemko Medan mengambil langkah-langkah antisipatif agar penyebaran virus ini tidak semakin meluas dan angka kasus positif COVID-19 dapat ditekan. Untuk itu, Pemko Medan  diharapkan dapat melakukan beberapa hal. 

"Pertama, masyarakat harus diingatkan untuk kembali disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang mencakup memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas dan interaksi. Masyarakat jangan lengah dalam menerapkan protokol kesehatan," tegasnya. 

Langkah kedua, Pemko Medan juga diminta untuk mengaktifkan kembali rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan yang khusus melayani penderita COVID-19. Saat ini ketersediaan rumah sakit yang melayani pasien COVID-19 juga terbatas. Begitu juga dengan pasokan atau ketersediaan obat Avigan yang saat ini susah ditemui. Wali Kota Medan, Bobby Nasution, diminta untuk mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh rumah sakit di Medan untuk menyediakan layanan rawat inap bagi pasien atau penderita COVID-19. 

"Saya juga berharap agar Pemko Medan kembali menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh atau secara daring untuk sementara. Hal ini mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut dikalangan siswa dan siswi," ujarnya. 

Sehingga dengan menerapkan kebijakan secara komprehensif tersebut, Suryani Paskah Naiborhu berharap penyebaran atau penularan COVID-19 dapat ditekan hingga ke level terendah.