Survei IPO: Hampir Separuh Masyarakat Indonesia Tidak Puas dengan Kinerja Jokowi Atasi Pandemi

 Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Repro
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah/Repro

Tidak semua masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo dalam menanganani pandemi Covid-19.


Begitu catatan survei yang dipaparkan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah dalam diskusi bertema "Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi dan Dalmoak Konstelasi Politik 2024", Sabtu (4/12).

"Kinerja pemerintah, dalam hal ini kinerja presiden dipersepsikan publik 51 persen punya apresiasi atau memuaskan," kata Dedi.

Selain itu juga tercatat 47 persen masyakarat tidak puas. Sedangkan yang menjawab ragu-ragu ada 2 persen.

Dikatakan Dedi, angka 51 persen tersebut sebetulnya tidak bisa dikatakan baik karena lebih rendah dari pemilih Jokowi saat Pilpres 2019 yang tercatat 55,5 persen.

"Ini sebetulnya agak ironi karena itu di bawah angka pemilih Presiden Jokowi-Maruf Amin, artinya ada pemilih Presiden Jokowi yang menilai tidak puas," pungkasnya.

Survei yang melibatkan 1.200 responden ini dilakukan selama periode 29 November sampai 2 Desember 2021 dengan metode multistage random sampling. Adapun toleransi kesalahan yang dipakai 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.