Penantian panjang keluarga besar SD Muhammadiyah 09 Medan akhirnya berbuah harapan. Kunjungan Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, Rabu (24/6/2026), membawa angin segar bagi sekolah yang selama ini berjuang memberikan pendidikan terbaik di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Kedatangan Sofyan Tan disambut hangat oleh kepala sekolah, guru, pengurus Muhammadiyah, serta orang tua siswa. Bagi Kepala SD Muhammadiyah 09 Medan, Rini Rahmayani, momen tersebut menjadi jawaban atas harapan yang selama ini ia simpan.
“Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Saya sering melihat sekolah-sekolah yang dikunjungi Pak Sofyan Tan dan selalu berharap suatu hari beliau hadir ke SD Muhammadiyah 09. Alhamdulillah, doa itu akhirnya terkabul,” ujar Rini.
Menurut Rini, kebahagiaan tersebut semakin lengkap karena selama ini Sofyan Tan secara konsisten membantu siswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Tahun ini, sebanyak 124 siswa SD Muhammadiyah 09 Medan menerima bantuan PIP.
Usai bersilaturahmi dengan guru dan orang tua siswa, Sofyan Tan meninjau langsung kondisi bangunan sekolah. Beberapa ruang kelas yang digunakan siswa diketahui sudah tidak layak dan membutuhkan rehabilitasi. Salah satu bangunan berlantai dua masih menggunakan lantai papan kayu yang telah berusia lebih dari 30 tahun dan mulai mengalami pelapukan.
Melihat kondisi tersebut, Sofyan Tan langsung mengambil langkah cepat. Di hadapan kepala sekolah, guru, dan pengurus Muhammadiyah, ia menghubungi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, untuk menyampaikan kondisi sekolah yang membutuhkan revitalisasi.
Respons positif pun datang dari Mendikdasmen yang meminta pihak sekolah segera mengajukan usulan revitalisasi agar dapat diprioritaskan dalam program rehabilitasi.
“Ruang kelas berlantai kayu itu usianya sudah lebih dari 30 tahun. Papan-papannya mulai lapuk. Kami sangat berharap bisa direhabilitasi agar anak-anak belajar lebih nyaman dan aman,” kata Rini.
Bagi Sofyan Tan, perhatian terhadap kondisi sekolah merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa. Dalam dialog bersama guru dan pengurus Muhammadiyah, ia menyoroti pentingnya pendidikan dalam memutus rantai kemiskinan dan menekan angka kriminalitas.
“Kenapa orang membegal, mencuri, dan melakukan tindak kriminal lainnya? Karena miskin. Kenapa miskin? Karena tidak ada pekerjaan. Kenapa tidak ada pekerjaan? Karena kualitas sumber daya manusianya belum baik. Dan semua itu bermula dari pendidikan yang belum dijadikan prioritas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah yang selama ini fokus pada bidang pendidikan dan kesehatan.
“Simbol Muhammadiyah adalah Sang Surya yang menerangi. Artinya menerangi masa depan melalui pendidikan dan kesehatan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sofyan Tan turut membagikan kisah perjuangan hidupnya. Ia mengaku lahir dari keluarga sederhana dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Namun semangat untuk mengenyam pendidikan membawanya hingga menjadi dokter dan anggota DPR RI.
“Saya ngotot harus sekolah. Walaupun miskin, saya tetap ingin belajar,” tuturnya.
Kedekatan Sofyan Tan dengan Muhammadiyah juga bukan hal baru. Ia mengaku telah lama menjalin hubungan dengan organisasi tersebut, termasuk saat aktif membina kelompok usaha kecil dan ibu-ibu Aisyiyah di Kota Medan.
Sementara itu, Rini menyampaikan apresiasinya atas perhatian yang diberikan Sofyan Tan kepada sekolahnya. Menurutnya, bantuan PIP yang diterima siswa SD Muhammadiyah 09 Medan tahun ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah sekolah tersebut.
“Dari sekitar 200 siswa kami, hampir semuanya sudah mendapatkan PIP. Kami sangat bersyukur karena perhatian Pak Sofyan Tan kepada sekolah kami begitu besar,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pembina dan Pengawas SD Muhammadiyah 09 Medan Iwan Darmawan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Jhon April, Ketua Majelis Dikdasmen dr Wahyu, serta jajaran guru dan pengurus Muhammadiyah setempat.
