Soal Permendikbudristek 30/2021, Nasir Djamil: Nadiem 'Test The Water' atau Sudah Disusupi Kelompok Seks Bebas?

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil/Ist
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil/Ist

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Permendikbudristek) Nomor 30/2021 tentang pencegahan kekerasan seksual di kampus yang dikeluarkan Menteri Nadiem Makarim dianggap justru rentan melegalkan seks bebas.


Sebab, aturan soal kasus kejahatan seksual sejatinya sudah cukup dengan pasal-pasal yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil.

"Sebenarnya yang dikhawatirkan oleh Permendikbud itu soal kekerasan yang mendapat persetujuan. Kan bahaya ini,” kata anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Nasir Djamil dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/11).

Dia menambahkan, aturan mengenai tindak kekerasan seksual sudah diatur secara detail oleh aparat penegak hukum melalui undang-undang yang ada saat ini, slaah satunya KUHP. Sehingga, tak perlu lagi Nadiem mengeluarkan aturan teknis tentang kejahatan seksual.

"Sepertinya Mendikbud ingin test the water. Bahkan boleh jadi, Mendikbud dalam pandangan mereka (publik) telah 'disusupi' oleh kelompok yang pro dengan kebebasan seksual,” kritiknya.

Oleh sebab itu, dibanding memunculkan polemik baru, Menteri Nadiem diminta bekerja sesuuai dengan visi dan misi presiden.

"Agar tidak tersesat di jalan, sebaiknya Mendikbud kembali ke jalan yang lurus, yakni jalan yang telah terbentang dalam visi dan misi Presiden Jokowi,” tutupnya.