Soal Pembagian Cabor PON 2022, Edy Rahmayadi: Dah Tau Itu Kepala Daerah, Pura-Pura aja Itu!

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/RMOLSumut
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi/RMOLSumut

Sumatera Utara dan Provinsi Aceh akan menjadi tuan rumah bersama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.


Secara khusus di Sumatera Utara, ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut tidak hanya digelar di Kota Medan dan Deli Serdang (Sport City). Akan tetapi, sejumlah daerah terdekat juga diharapkan dapat menjadi tempat penyelenggaraan beberapa cabang olah raga.

Meski demikian, progres pembangunan stadion-stadion untuk gelaran PON 2024 hingga saat ini masih terfokus di Sport City, Deli Serdang saja. Sedangkan di beberapa daerah lain seperti Kota Binjai, Kabupaten Serdang Bedagai hingga Tebing Tinggi, belum terlihat progres pembangunan venue untuk mendukung kegiatan tersebut.

Beberapa daerah mengaku belum membangun venue karena belum ada koordinasi antara pihak Panitia Besar (PB) PON dengan mereka terkait cabang olahraga (cabor) yang akan digelar di daerah mereka. Karena itulah, mereka belum memiliki gambaran mengenai venue cabor apa yang akan mereka bangun.

Menanggapi hal ini, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi selaku Ketua PB PON 2024 saat ini pihaknya masih mempertimbangkan beberapa aspek mengenai kelayakan daerah untuk menggelar cabor tertentu. Hal ini bukan hanya menyangkut hal teknis pada olah raga, namun juga mengenai nilai kepantasan jenis olah raga pada daerah dimaksud.

“Ada kabupaten yang kita tentukan tapi tidak boleh menjadi konotasi Sumut seperti itu. Kedua, jarak capai olah raga. Kita tidak seperti Jawa Barat dan Jawa Timur yang wilayahnya berdekatan, kita berjauhan itu mengganggu proses kegiatan olahraga itu,” katanya kepada wartawan, Jumat (12/8/2022).

Edy menambahkan, saat ini pembangunan venue olahraga untuk kegiatan PON 2024 masih difokuskan pada Sport Center atau Sport City yang ada di Kabupaten Deli Serdang. Sayangnya, hal itu masih banyak persoalan yang menurutnya membutuhkan proses untuk penyelesaian.

“Saat ini posisi mayoritas ada di Deli Serdang, sport center yang kini berubah menjadi Sport City. Harusnya hari ini mulai dibangun, tapi ribut terus akhirnya tidak selesai-selesai. Tapi sudah ada deadline, bila ini orang tak setuju tak ada urusan, kita lakukan untuk kepentingan rakyat Sumatera Utara,” tegasnya.

Kembali soal, pembagian cabor pada daerah lain, Edy memastikan para kepala daerah di seputar Kota Medan dan Binjai sudah mengetahui cabang olahraga yang akan digelar di daerah mereka.

“Udah tau, mereka sudah tau, pura-pura tak tau aja itu,” pungkasnya.