Soal HTI, Kader PPP Bela Romi Tidak Ada Yang Janggal

Pernyataan politisi PPP Romahurmuziy (Romi) tentang anggota kelompok ormas yang telah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bernaung di kubu calon presiden Prabowo Subianto terus menuai kritik.

Teranyar anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean meminta polisi untuk menangkap Romi karena diduga telah menyebarkan fitnah.

Saat bertemu dengan pengurus PCNU Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/3) malam, Romi mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain bagi HTI, kecuali mendukung Prabowo. Sebab jika Jokowi yang terpilih lagi mereka tidak bisa berkembang di Indonesia. Romi juga mengatakan Islam garis keras termasuk HTI membangun narasi Prabowo merupakan pembela Islam.

Bagi politisi PPP, Syaifullah Tamliha, pernyataan Romi tersebut tidak salah. Dia bahkan menilai tidak ada yang janggal dan mengandung unsur pidana dalam ucapan Romi.

"Sebab pernyataan tersebut sebagai sebuah analisis yang nyaris sesuai dengan fakta yang berkembang selama ini," tegasnya.

Kepada kubu Prabowo, Syaifullah meminta agar membantah pernyataan Romi itu dengan menggunakan data yang akurat.

"Jadi beda antara analisis dengan fitnah. Kubu sebelah kan juga sering menganalisi kalau Pak Jokowi itu pro China dan sebagainya," pungkasnya.[R]


Pernyataan politisi PPP Romahurmuziy (Romi) tentang anggota kelompok ormas yang telah dibubarkan pemerintah, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bernaung di kubu calon presiden Prabowo Subianto terus menuai kritik.

Teranyar anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean meminta polisi untuk menangkap Romi karena diduga telah menyebarkan fitnah.

Saat bertemu dengan pengurus PCNU Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (5/3) malam, Romi mengatakan bahwa tidak ada pilihan lain bagi HTI, kecuali mendukung Prabowo. Sebab jika Jokowi yang terpilih lagi mereka tidak bisa berkembang di Indonesia. Romi juga mengatakan Islam garis keras termasuk HTI membangun narasi Prabowo merupakan pembela Islam.

Bagi politisi PPP, Syaifullah Tamliha, pernyataan Romi tersebut tidak salah. Dia bahkan menilai tidak ada yang janggal dan mengandung unsur pidana dalam ucapan Romi.

"Sebab pernyataan tersebut sebagai sebuah analisis yang nyaris sesuai dengan fakta yang berkembang selama ini," tegasnya.

Kepada kubu Prabowo, Syaifullah meminta agar membantah pernyataan Romi itu dengan menggunakan data yang akurat.

"Jadi beda antara analisis dengan fitnah. Kubu sebelah kan juga sering menganalisi kalau Pak Jokowi itu pro China dan sebagainya," pungkasnya.