Siregar Dunia Desak Polisi Tangkap Otak Pemukulan Warga di Tano Tombangan, Tapsel  

Yusuf Siregar/Ist
Yusuf Siregar/Ist

Pemukulan terhadap Takbir Ridoan alias Rindu warga Desa Situmba, Kecamatan Tano Tombangan Angkola, Kabupaten Tapsel, pada akhir April 2021 lalu, telah menyita perhatian umum dari berbagai kalangan.


Tak terkecuali, tokoh masyarakat Tapanuli Selatan, Haji M Yusuf Siregar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Siregar Dunia.

Presiden Siregar Dunia itu menegaskan, pelaku dan otak dibalik pemukulan warga itu, harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebab, jika dibiarkan, akan menimbulkan efek yang buruk pada upaya penegakan hukum ditengah masyarakat.

“Kepercayaan masyarakat akan hadirnya hukum yang berkeadilan itu sangat diharapkan, ditengah kehidupannya. Karena itu, pelaku dan otak dibalik pemukulan warga di Desa Situmba, Tano Tombangan, harus diungkap,” ujar Siregar Dunia kepada awak media Rabu (10/6).

Siregar Dunia menyebut beredar informasi di Desa Situmba, bahwa sebelum peristiwa pemukulan tersebut terjadi, seorang oknum kepala desa Situmba menelpon Takbir Riduan alias Rindu. Begitu Riduan tiba di lokasi sebagaimana isi komunikasi dengan oknum Kepala Desa tersebut, si korban langsung dikeroyok oleh tiga orang yang tidak dikenal warga dan disaksikan Kepala Desa Situmba.

“Karena itu pihak kepolisian harus memeriksa kebenaran informasi tersebut, sehingga masyarakat merasa hukum ditegakkan di Tapanuli Selatan” sambungnya.

Diketahui sampai saat ini, Pihak Kepolisian Sektor Batang Angkola telah melakukan penahanan terhadap Landong Raja Pamoto Siregar dan masih akan memeriksa dan melakukan penangkapan terhadap rekan-rekannya yang turut melakukan penganiayaan.  

“Hukum harus ditegakkan, pihak Kepolisian saya dukung untuk menangkap aktor intelektual otak penganiayaan tersebut, jangan takut terhadap intervensi dari siapapun dalam menegakkan hukum, kita berharap, Polisi tegas dan cepat mengungkap kasus pemukulan itu,” ungkapnya berharap.