Server Bermasalah, Ujian Masuk SMA Negeri Tertunda Di Medan

Masalah server internet yang error kembali menjadi persoalan dalam penyelenggaran tes masuk sekolah SMA Negeri di Kota Medan. Hal ini terjadi secara serentak pada beberapa sekolah SMA Negeri yang sedang menggelar ujian jalur testing secara online bagi para calon siswa mereka, Jumat (14/6/2019) pagi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus mrngatakan peristiwa server error tersebut terjadi saat para siswa peserta testing gelombang pertama dan kedua mulai mengerjakan soal.

"Itu tadi pukul 09.00 WIB. Sudah kami siapkan semuanya, tiba-tiba jaringannya error," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus.

Kondisi ini menurut Buang Agus langsung mereka sampaikan kepada pihak panitia penerimaan siswa baru sekaligus meminta agar masalah tersebut segera diatasi. Namun hingga menjelang siang, kondisi tidak kunjung membaik sehingga mereka memutuskan menunda pelaksanaan ujian bagi peserta gelombang pertama dan kedua.

"Solusinya kita tunda dulu, nanti lanjut yang sesi 3 dan 4 sehabis Jumat," ujarnya.

Diketahui penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada sekolah-sekolah SMA Negeri di Medan dilakukan melalui beberapa metode diantaranya jalur testing dimana para peserta minimal memiliki nilai Ujian Nasional rata-rata 70 maupun para siswa yang berprestasi dibidang olimpiade pendidikan termasuk yang berprestasi di bidang olah raga. Selebihnya yakni jalur zonasi yang didasarkan pada kedekatan domisili dengan lokasi sekolah.

Jalur lainnya yakni zonasi ekonomi tidak mampu dan jalur zonasi anak guru.

"Masing-masing ini ada persentasenya mengeni jumlah yang diterima," pungkasnya.


Masalah server internet yang error kembali menjadi persoalan dalam penyelenggaran tes masuk sekolah SMA Negeri di Kota Medan. Hal ini terjadi secara serentak pada beberapa sekolah SMA Negeri yang sedang menggelar ujian jalur testing secara online bagi para calon siswa mereka, Jumat (14/6/2019) pagi.

Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus mrngatakan peristiwa server error tersebut terjadi saat para siswa peserta testing gelombang pertama dan kedua mulai mengerjakan soal.

"Itu tadi pukul 09.00 WIB. Sudah kami siapkan semuanya, tiba-tiba jaringannya error," kata Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Medan, Buang Agus.

Kondisi ini menurut Buang Agus langsung mereka sampaikan kepada pihak panitia penerimaan siswa baru sekaligus meminta agar masalah tersebut segera diatasi. Namun hingga menjelang siang, kondisi tidak kunjung membaik sehingga mereka memutuskan menunda pelaksanaan ujian bagi peserta gelombang pertama dan kedua.

"Solusinya kita tunda dulu, nanti lanjut yang sesi 3 dan 4 sehabis Jumat," ujarnya.

Diketahui penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada sekolah-sekolah SMA Negeri di Medan dilakukan melalui beberapa metode diantaranya jalur testing dimana para peserta minimal memiliki nilai Ujian Nasional rata-rata 70 maupun para siswa yang berprestasi dibidang olimpiade pendidikan termasuk yang berprestasi di bidang olah raga. Selebihnya yakni jalur zonasi yang didasarkan pada kedekatan domisili dengan lokasi sekolah.

Jalur lainnya yakni zonasi ekonomi tidak mampu dan jalur zonasi anak guru.

"Masing-masing ini ada persentasenya mengeni jumlah yang diterima," pungkasnya.