Serahkan Sertifikat Lahan Sport Center Sumut, Menteri ATR/BPN: Gunakan Untuk Sport Center

Edy Rahmayadi menerima sertifikat Sport Center dari Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil/RMOLSumut
Edy Rahmayadi menerima sertifikat Sport Center dari Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil/RMOLSumut

Saat ini lahan untuk pembangunan Sport Center Sumatera Utara di Desa Sena, Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang sudah berstatus bebas dari persoalan alias 'clean and clear'.


Karena itu, pembangunan sarana olah raga sudah dapat dilakukan tanpa hambatan lagi.

Demikian disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN RI, Sofyan Djalil saat menyerahkan sertifikat lahan Sport Centre kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Selasa (28/12/2021).

"Hari ini kita serahkan sertifikat untuk Sport Centre Pemda Sumut yang sejak lama bermasalah. Alhamdulillah berkat bantuan pak gubernur, pak kapolda, pak kajati dan teman-teman di BPN, alhamdulillah telah clean and clear. Dan tanah itu sudah bisa digunakan oleh Pemda Sumut untuk pembangunan Sport Centre," kata Sofyan Djalil, Selasa.

Selain itu, Sofyan turut menyerahkan sertifikat tanah kepada sejumlah masyarakat dan UMSU soal kepemilikan eks PTPN II.

Lahan ribuan hektare yang sejak tahun 2000-2021 tidak diperpanjang oleh PTPN II.

"Kemudian ada juga 5.800 tanah bekas PTPN II yang tidak diperpanjang sejak tahun 2000 sampai 2021, itu tanah belum mencapai titik terang bagaimana menyelesaikannya. Alhamdulillah tadi sudah ada 59 SK Gubernur sudah dikeluarkan," ungkapnya.

"Artinya luasnya 1.000 hektare lebih. Artinya sudah benar, sudah oke, sudah selesai. Tinggal ada yang sudah diberikan sertifikat, seperti kepada Univeristas Muhammadiyah (UMSU) tadi. Ada juga yang belum bisa menerima karena ada kewajiban si penerima SK harus membayar BPHTB kepada pemda kota dan daerah. Dan juga mengganti uang ganti rugi sesuai aturan yang berlaku kepada negara, dalam hal ini PTPN II," jelas Sofyan.

Sofyan pun mengklaim kini persoalan tanah di Sumut penyelesaiannya sudah lebih baik. Menurutnya hal tersebut berkat peran dari seluruh Forkopimda Sumut.

"Alhamdulillah lain-lain masalah pertanahan di sumut sudah lebih baik. Sudah berkurang komplain masyarakat, demo pertanahan berkurang. Berkat dukungan gubernur, kajati dan Forkopimda Sumut," ucapnya.

Sementara, usai menerima sertifikat dari Menteri ATR, Gubernur Edy mengaku akan segera melakukan pembangunan Sport Centre. Diketahui kawasan Sport Centre dibangun untuk digunakan dalam ajang Pekan Olaharaga Nasional (PON) 2024.

"Segera. Kalau itu posisi saat ini HGU, akan berubah menjadi HPL, sehingga bisa digunakan membuat suatu kawasan olahraga terpadu di sana," sebut Edy.