Sekdaprov Sumut: Dibutuhkan Pemimpin yang Mampu Membuat Perubahan Menuju Transformasi Digital

Sekda Sumut, Arief S Trinugroho/Ist
Sekda Sumut, Arief S Trinugroho/Ist

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, membutuhkan pemimpin yang mampu membuat perubahan menuju transformasi digital.


Apalagi, era revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan munculnya inovasi-inovasi bidang teknologi dan kini era society 5.0 dimana masyarakat dituntut untuk hidup berdampingan dengan teknologi, menguasai dan memanfaatkan teknologi.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Arief S Trinugroho pada pembukaan Program Pelatihan Digital Leadership Academy (DLA) kerja sama  Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang-SDM) Kementrian Komunikasi dan Informatika RI dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut dan The Moller Institute  - University of Cambridge di Aula Kantor BPSDM Sumut, Jalan Ngalengko Nomor 1 Medan, Kamis (2/3).

"Bapak/Ibu saat ini kita berada di dunia yang serba tidak pasti, memerlukan kemampuan kita sebagai pemimpin tanggap akan perubahan yang begitu cepat. Jadi kita dituntut lincah, cepat, cekatan, serta mampu beradaptasi," jelas Arief S Trinugroho  saat memberikan sambutan.

Turut hadir Kepala Balitbang-SDM Kementerian Kominfo RI Hary Budiarto, Kepala BPSDM Sumut Aprilla Haslantini Siregar, dan seluruh peserta pelatihan DLA Mitra Kampus University of Cambridge Skema Smart Digital Leader Sumut Bermartabat.

Menurut Arief di era teknologi digital, seorang pemimpin harus mampu menginisiasi dan mendorong perubahan menuju transformasi digital. Tentunya mindset ini bisa dikaitkan dengan program-program provinsi/daerah dalam menyelesaikan permasalahan.

"ASN harus memiliki digital mindset, saat ini ada 53 %  generasi milenial di Indonesia. Kita harus tinggalkan pola-pola lama serta bisa bertransformasi dalam menjalankan program-program strategis berbasis teknologi dan informasi" jelasnya

Sumut dengan jumlah penduduk terbesar nomor empat di Indonesia (± 15 Juta Jiwa tahun 2021) tentu saja memiliki potensi yang sangat besar dalam pemanfaatan teknologi digital. Karenanya kunci keberhasilan di dalam mendukung setiap transformasi adalah adanya leadership, sebab tidak ada sebuah perubahan tanpa kepemimpinan.

Sekdaprov berharap out put pelatihan ini  berupa rencana aksi yang disusun oleh para peserta DLA tidak sekedar "rencana", namun juga dapat benar-benar diimplementasikan dalam penuntasan permasalahan di Sumut.

Kepala Balitbang-SDM Kementerian Kominfo RI Hary Budiarto menjelaskan DLA merupakan program pelatihan untuk peningkatan kapasitas digital bagi para pemimpin  Indonesia. Sehingga diharapkan menjadi pimpinan yang mendapatkan wawasan secara internasional di bidang teknologi digital.

“Program ini adalah bagian dari pengembangan SDM digital yang menjadi salah satu arahan presiden untuk mengakselerasi transformasi digital dalam menghadapi perubahan diera 4.0,” jelasnya.