Sebut Rapimnas di Ancol Ilegal, Andreas Silalahi: GMNI Bukan untuk Jualan Politik

Andreas Silalahi/Ist
Andreas Silalahi/Ist

Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Medan Andreas Silalahi menegaskan, organisasi yang dipimpinnya tidak terlibat di rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang digelar di Ancol, Jakarta, Senin 15-17 Oktober 2022 lalu.


Andreas mengaku heran, karena ada yang mencatut lembaganya di acara yang dibuka salah seorang calon presiden itu.

“DPC GMNI Medan tidak pernah mengetahui terlebih menghadiri kegiatan di Jakarta yang berlangsung 15-17 Oktober kemarin. Saya juga heran ada sekumpulan orang yang melakukan kegiatan yang mengatasnamakan Rapimnas GMNI di Jakarta. Padahal sepengetahuan saya, badan pekerja Rapimnas GMNI belum ada mengeluarkan surat undangan kepada DPC GMNI Medan terkait jadwal pelaksanaannya,” ucap Andreas Silalahi, Selasa (18/10/2022)

Ditegaskan Andreas, GMNI bukan untuk jualan politik. Beberapa waktu ke depan Indonesia bakal menghadapi tahun-tahun politik. Ia berharap jangan ada pihak pihak yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan materi dengan menjajakan organisasi gerakan ke dalam etalase politik praktis. Hal ini sangat berseberangan dengan sifat GMNI yaitu independen, tegas Andreas Silalahi

"Dalam nomenklatur, badan pekerja rapimnas GMNI dibentuk DPP GMNI. Hari ini DPP GMNI di bawah kepemimpinan Arjuna Putra Aldino sebagai Ketua Umum dan M Ageng Dendy Setiawan selaku Sekretaris Jenderal GMNI sesuai hasil kongres GMNI di Ambon yang juga telah di SK-kan oleh Kemenkumham, tidak pernah menyurati dan mengundang DPC GMNI Medan untuk acara rapimnas. Jadi tidak mungkin ada GMNI dari Medan yang hadir dalam acara di Jakarta itu,” jelas Andreas.

Andreas juga merasa DPP Persatuan Alumni (PA) GMNI sepertinya kecolongan, karena adanya karangan bunga dari DPP PA GMNI sebagai ucapan selamat atas terselenggaranya acara itu. DPP PA, sebut Andreas, harus mencari tahu siapa yang mencatut nama DPP PA GMNI pada papan bunga ucapan selamat rapimnas itu.