Sebelum Dilantik, Kemendikbud Harusnya Rehabilitasi Dulu Nama Muryanto Amin 

Muryanto Amin/Ist
Muryanto Amin/Ist

Pelantikan Muryanto Amin menjadi rektor USU periode 2021-2026 dijadwalkan berlangsung Kamis (28/1) besok. Hal ini sebagaimana tertuang dalam surat Kemendikbud Nomor :4607/MPK.A/RHS/KP/2021 tertanggal 21 Januari 2021 yang ditandatangani Plt Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Naim.


Bagi para alumnus USU, pelantikan ini sendiri memicu perbedaan sikap. Meski ada yang mendukung, namun ada juga yang meminta agar pelantikan ini juga ditunda mengingat masih ada polemik seputar plagiarisme oleh rektor terpilih tersebut.

Kekecewaan ini disampaikan langsung seorang alumni USU Selwa Kumar mereka sampaikan kepada Ketua MWA USU, Nurmala Kartini Pandjaitan.

"Saya kecewa dengan dilantiknya seorang yang terindikasi melakukan self plagiarisme. Ibu yang sangat terpelajar dan terhormat, ini masalah moral akademis. Perguruan tinggi adalah benteng peradaban moral dan etika yang paling kokoh di muka bumi. Jangan hancurkan benteng peradaban moral dan etika di perguruan tinggi demi kekuasaan. Saya percaya dan yakin, ibu seorang yang konsisten menjaga moral dan etika akademis di Indonesia. Selamat menjalankan kewajiban sebagai Ketua MWA dengan hati nurani yang paling suci dan bersih," demikian disampaikan Selwa, Rabu (27/1).

Selwa mengaku tidak memiliki keinginan untuk menghambat pelantikan Muryanto selaku rektor USU terpilih 2021-2026. Ia sepenuhnya hanya berharap USU terlepas dari stigma negatif kasus plagiarisme. Harapannya, jikapun tetap dilantik, maka terlebih dahulu ada rehabilitasi nama yang bersangkutan.

"Saya tentu mendukung proses yang berjalan. Tapi janganlah kiranya Kemendikbud langsung melantik yang bersangkutan tanpa terlebih dahulu merehabilitasi nama beliau. Sehingga tidak ada lagi persoalan maupun stigma yang muncul," pungkasnya.