Santrinya Dianiaya Oknum Pegawai Rutan, Pimpinan Ponpes Musthafawiyah Minta Warga Tidak Terprovokasi

Pimpinan Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba Baru/Ist
Pimpinan Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba Baru/Ist

Penganiayaan terhadap seorang santri berinisial SR yang dilakukan oleh oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan) berinisial DG di Mandailing Natal sempat memicu keresahan.


Sebab, buntut dari penganiayaan tersebut membuat ratusan masyarakat melakukan aksi mendatangi Polsek Natal tempat oknum tersebut diproses oleh polisi. Tidak hanya itu, warga juga sempat mendatangi Rutan Natal untuk menyampaikan protesnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Musthafawiyah mengimbau agar masyarakat dan keluarga besar pondok pesantren untuk menahan diri terkait dengan kasus penganiayaan terhadap salah seorang santri di Natal, Padangsidimpuan, Sumatera Utara. 

"Saya selaku mudir Pesantren Musthafawiyah mengajak seluruh guru dan santriwan/santriwati keluarga besar Musthafawiyah tetap tenang jangan terpancing terkait santri kita yang ada di Natal yang baru-baru ini kita dapat kabar di aniaya oleh oknum sipir penjara. Biarkan permaslahan ini aparat hukum yang menanganinya, " imbau H.Musthafa Bakri Nasution Mudir Musthafawiyah, Rabu (22/9/2021).

H Musthafa mengatakan, masyarakat dan terutama keluarga besar Pondok Pesantren Musthafawiyah jangan menunjukan arogansi. Apalagi memberikan komentar-komentar yang bersifat pemicu keributan. 

"Permasalahan yang menimpa salah satu santri, biarkan penegak hukum yang menindaknya. Saya harap jangan ada dari pihak Pondok Pesantren yang menimbulkan kekacauan apalagi memberikan komentar yang kurang pada tempatnya seperti di media sosial," tegasnya. 

"Biarkan hukum yang menindak pelaku. Kepada pihak polisi saya harap memberikan sanksi yang setimpal kepada pelaku agar ini menjadi contoh bagi orang banyak" imbuhnya.

Selain H. Musthafa Bakri Nasution, hal serupa juga diutarakan Tokoh Masyarakat Mandailing Natal H. Ivan Darwis Daulay. 

Masyarakat katanya, diminta untuk menjaga kondusifitas pascaperistiwa penganiayaan itu. Jangan sampai masyarakat tersulut dan ikut berurusan dengan hukum. 

"Saya harap, jangan pula masyarakat Madina terbawa karena permasalahan ini. Masyarakat Madina juga saya harapkan tetap tenang, berikan permasalahan ini sepenuhnya kepada pihak hukum," bebernya. 

"Kepada pihak aparat hukum, saya mohon pelaku harus ditindak dengan seadil-adilnya. Sesuai Undang-Undang yang berlaku di negara kita ini, " Demikian Irvan Darwis.