Sanni: Aspirasi Warga Untuk Menutup Diskotik Sky Garden Jangan Dituding Pelanggaran Prokes

Sky Garden/Net
Sky Garden/Net

Gerah dengan sikap pemerintah yang masih mendiamkan aspirasi warga untuk menutup diskotik dan cafe Sky Garden, ribuan warga berencana untuk menggeruduk tempat tersebut pada Jumat (9/4) mendatang.


Hal itu disampaikan Ketua GNPF Ulama Kota Binjai yang juga aktivis Satgas Anti Narkoba (SAN) Sanni Abdul Fattah kepada RMOLSumut, Senin (5/4).

"Aksi massa insyallah akan digelar Jumat depan dan akan diikuti ribuan warga dari tiga wilayah seperti Binjai, Langkat dan Deliserdang, untuk menutup paksa Sky Garden yang sudah cukup meresahkan," ujar Sanni.

Aksi massa itu sedianya akan dilaksanakan pada Jumat (2/4) lalu. Akan tetapi karena menghormati momen Jumat Agung maka aksi tersebut ditunda.

"Menimbang saudara-saudara kita yang sedang memperingati hari Paskah, kita tunda sampai Jumat ini," lanjut Sanni.

Dikatakan Sanni, aksi yang akan dilakukan pada Jumat itu merupakan bentuk aspirasi warga yang sudah tak tahan lagi dengan maraknya penyakit masyarakat yang ditimbulkan oleh aktivitas diskotik dan cafe yang memfasilitasi peredaran narkoba dan judi.

"Maraknya transaksi narkoba serta lapak-lapak judi membuat geram dan resah masyarakat sekitar, warga menuntut bahwa diskotik serta barak-barak yang diduga jadi tempat peredaran narkoba serta lapak judi itu harus ditutup permanen," tegas Sanni.

Ketika disinggung soal pelanggaran protokol kesehatan yang kemungkinan besar terjadi saat masyarakat berkumpul, Sanni mengatakan bahwa pemerintah sudah lebih dulu abai karena membiarkan praktek operasional diskotik di masa pandemi.

"Ini aspirasi warga. Soal pelanggaran prokes, pemerintah sudah lebih dulu membiarkan aktivitas di diskotik dan rumah judi berlangsung. Tidak ada kebijakan prokes berlaku di sana. Kenapa kita mau menyampaikan aspirasi nanti dituding sebagai pelanggar prokes?" demikian Sanni.